FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

JPU Kembali Tunda Tuntutan Kasus KDRT WN Belanda

KDRT Tempo

Illustrasi (Tempo)

Sugawa.id – Sidang tuntutan terhadap terdakwa Ferdinand Eduard De Fretes (77), warga negara Belanda ditunda di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Selasa (22/9/2020) kembali ditunda. Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Rizky Mubarak itu, Jaksa penuntut umum (JPU) Indah Sulistio Sapto Karini menyatakan belum siap melakukan tuntutan dalam perkara nomor 408/Pid.Sus/2020 PN Depok.

JPU sudah dua kali menunda pembacaan tuntutan dalam persidangan tatap muka lantaran terdakwa tak ditahan. Karena sebelumnya pada Rabu (16/9/2020), JPU juga menyatakan hal yang sama. 

Majelis hakim Rizky sempat menanyakan kepada penasihat hukum Ferdinand Eduard De Fretes, apakah kliennya dapat menghadiri persidangan? Lalu dijawab oleh Syarifudin bahwa terdakwa tidak dapat menghadiri persidangan dikarenakan sakit. Sayangnya, pernyataan sakit tersebut hanya diutarakan secara lisan.

Atas hal itu, majelis hakim Rizky menunda persidangan selama sepekan. “Sidang kami ditunda pekan depan dalam agenda sidang pembacaan tuntutan dari JPU. Kepada penasihat hukum diminta untuk menghadirkan terdakwa ke persidangan,” kata Rizky sambil mengetuk palu menandakan sidang ditutup.

Penundaan persidangan itu diketahui di dalam sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) PN Depok yang menyebutkan, pada Rabu, 16 September 2020 sidang digelar di Ruang Sidang I Cakra yang dihadiri semua pihak dan ditunda sepekan dengan alasan tuntutan jaksa belum siap. Selanjutnya pada Selasa, 22 September 2020 sidang ditunda lagi hingga Selasa, 29 September 2020 dengan alasan tuntutan belum siap.

Sementara di dalam dakwaan JPU Nomor Reg. Perkara : PDM-43/Depok/7/2020 disebutkan, Ferdinand Eduard De Fretes adalah seorang pensiunan yang memiliki pendidikan Sarjana Teknik. Pria berkebangsaan Belanda ini dikatakan lahir di Semarang, 19 Juli 1943 yang berusia 77 Tahun.

Ferdinand Eduard De Fretes, WNA asal Belanda kelahiran Semarang dijerat JPU dengan dakwaan primair Pasal 44 Ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT subsidairPasal 44 Ayat (4) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.

Selain itu, Ferdinand Eduard De Fretes juga menggugat cerai istrinya yang menjadi saksi korban dalam dugaan tindak pidana KDRT. Gugatan tersebut terdapat di SIPP PN Depok dengan Nomor Perkara 105/Pdt.G/2020/PN Depok. (ter)

Share :