FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Jangan Ada Diskriminasi Terhadap ODHA

TANGERANG –  Wali Kota Tangerang Sachrudin meminta jangan ada lagi diskriminasi kepada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), karena itu perlu ada edukasi dan kampanye agara masyarakat dapat mengenali dan mengetahui cara pencegahan terhadap penyakit HIV/AIDS.

“Jangan lagi ada diskriminasi, justru kita harus berikan ruang bahwa ODHA juga bisa punya masa depan, inilah bentuk pelayanan kesehatan kita untuk mereka. Kita harus  terus berusaha memberikan pemahaman, lewat edukasi dan kampanye. Tujuannya agar tidak ada lagi stigma dan diskriminasi kepada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA),” ujar Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin dalam acara talkshow bertemakan “Ngampus Santai : Mari Bicara HIV”.

Sachrudin menerangkan bahwa edukasi, kampanye dan skrining HIV/AIDS kepada masyarakat umum perlu dilakukan agar masyarakat dapat mengenali dan pengetahui serta melakukan pencegahan terhadap penyakit HIV/AIDS. Penanggulangan HIV/AIDS di Kota Tangerang sendiri ditekankan pada kondisi 3 Zero Tahun 2030 yaitu (Zero infeksi baru, Zero kematian karena AIDS, dan Zero stigma dan diskriminasi).

“Acara seperti ini dapat menggerakkan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membebaskan Indonesia, khususnya Kota Tangerang dari penyakit HIV/AIDS,” harap Sachrudin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Liza Puspa Dewi menyebutkan pihaknya ingin memberikan informasi kepada masyarakat khususnya pemuda usia 20-30 tahun, bagaimana mereka mengenali, mencegah agar tidak tertular dan bisa bersahabat (anti stigma dan diskriminasi) terhadap ODHA. “HIV/AIDS bisa dikendalikan dengan minum obat teratur dan pola hidup sehat,” ungkap Liza.

Liza mengatakan merupakan upaya dari Dinkes untuk membuka dan mendekatkan ODHA agar tidak perlu lagi jauh-jauh untuk mendapatkan pengobatan. Pemerintah Kota Tangerang sendiri telah meluncurkan Layanan Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) di tingkat puskesmas. Layanan PDP juga menjamin ketersediaan obat antiretroviral (ARV).

Sebagai informasi, Layanan PDP telah ada di RSUD Kota Tangerang, RS EMC Tangerang, dan Puskesmas Cibodas Sari. Kemudian yang akan segera dibangun/diresmikan yaitu RS. Sitanala, Puskesmas Larangan Utara, Puskesmas Karawaci Baru, Puskesmas Jatiuwung, dan Puskesmas Kunciran Baru.(wib)

Share :