FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Jadi Penyebab Bencana, Polisi Tutup Puluhan Tambang Emas Ilegal di Bogor

Gabungan Personil Polres Bogor dan TNI Police Line puluhan tempat penambang emas ilegal di Bogor, Rabu(15/1). Dok Foto : Humas Mabes Polri untuk Sugawa.id.

Sugawa.id – Puluhan tempat penambang emas tanpa ijin (PETI) ditutup dengan cara dipolice line oleh Polres Bogor bersama TNI di di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Bogor, Rabu (15/1/2020).

Tambang emas secara ilegal tersebut ditutup karena menjadi salah satu faktor terjadinya bencana longsor di wilayah Sukajaya dan Jasinga. Sebelumnya, Satreskrim Polres Bogor juga mengungkap kasus gurandil atau penambang emas tanpa izin.

Kapolres Bogor AKBP Muhamad Joni mengatakan, jumlah lubang penambang emas tanpa ijin ini cukup banyak. “Tapi paling memprihatinkan ada di Kecamatan Nanggung,“ kata Kapolres Bogor melalui rilis yang diterima Sugawa.id, Rabu (15/1/2020).

Kapolres menjelaskan, bahwa kegiatan penutupan lubang penambang emas liar ini hasil kerjasama dengan pihak Muspida serta dengan pihak perusahaan negara (PT Antam Tbk) yang mana mengelola kegiatan usaha pertambangan emas secara legal.

Terkait dampak atau efek secara langsung akibat perbuatan illegal ini yang menjadi salah satu faktor terjadinya bencana longsor di wilayah Sukajaya dan Jasinga. “Ini masih dalam tahap kajian dari dinas ESDM dan pihak Dirjen. Karena aliran sungai dan batas geografis antara wilayah Kecamatan Nanggung dengan wilayah lain yang terdampak bencana longsor lalu, berjauhan,“ ungkapnya.

Namun berdasarkan hasil pantauan bersama dengan Muspida, bahwa benar terdapat lubang-lubang Gurandil ini yang mengakibatkan longsor di sekitar wilayah itu. Sehingga ada korelasi langsung mengenai dampaknya di Kecamatan Sukajaya dan Jasinga, apalagi Kota dan Kabupaten Bogor merupakan “Kota Hujan”.

“Curah hujan tinggi hingga 18 jam yang terus-menerus tentunya menjadi faktor juga pada bencana longsor yang terjadi,” kata perwira dengan dua melati di pundaknya ini. Sehingga satu persatu penyebab yang menjadi faktor bencana longsor ini diformulasikan bersama dengan Stakeholder Pemerintahan Kabupaten Bogor, khususnya dari segi penegakkan hukum yang dilakukan oleh Polres Bogor, bagi para pelaku penambang emas liar (PETI). (cok)

Share :