FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Jadi Bandar Sabu, Polisi Divonis 5 Tahun Penjara

WhatsApp Image 2020-04-17 at 09.07.40

 

Sugawa.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok menjatuhkan putusan terhadap oknum Polri yang menjadi bandar sabu selama 5 tahun. Hukuman tersebut lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). 

Dalam sidang putusan di PN Depok, Senin (21/9/2020), majelis hakim yang diketuai Yuanne Marietta dengan anggota Ramon Wahyudi dan Andi Musafir menyatakan, terdakwa Rudi Cahyono terbukti bersalah melakukan tindak pidana membeli, menjual, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I sebagaimana dalam dakwaan pertama. “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rudi Cahyono dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar, apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti  pidana penjara selama 3 bulan,” kata Yuanne. 

“Menyatakan barang bukti 1 bungkus bekas rokok Gudang Garam Filter yang di dalamnya terdapat 3 bungkus plastik bening yang berisi sabu dibungkus tissue dengan berat brutto keseluruhan 0,69 gram sisa setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium berat netto seluruhnya 0,1111 gram, 1 buah handphone merk Evercross warna putih, dan 1 buah handphone merk Oppo warna putih dipergunakan dalam perkara atas nama terdakwa Agus Supriyadi dan Sumarna,” sambungnya. 

Sebelumnya, JPU Diana Wulan Traya menuntut terdakwa Rudi Cahyono bersalah melakukan tindak pidana membeli narkotika golongan I sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rudi Cahyono dengan pidana penjara selama 6 tahun dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dan sebesar Rp 1 miliar subsidair 3 bulan penjara dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” kata Diana yang dikutip dari situs resmi PN Depok. 

Peristiwa itu bermula pada Rabu, 26 Februari 2020 saat terdakwa sedang berada di rumah, terdakwa dihubungi oleh saksi Surmana alias Doblang (dalam penuntutan terpisah) untuk membeli shabu selanjutnya terdakwa meminta saksi Surmana untuk datang ke rumah terdakwa. 

Ssaksi Sumarna datang ke rumah terdakwa kemudian saksi Sumarna menyerahkan uang sebesar Rp 1 juta kepada terdakwa dan terdakwa menyerahkan 1 bungkus plastik bening berisi sabu kepada saksi Sumarna kemudian saksi pergi dari rumah terdakwa. 

Selanjutnya pada Jumat, 28 Februari 2020 , terdakwa dihubungi oleh anggota polisi dari Polres Metro Depok untuk bertemu di Es Teller 77 di Jalan Boulevard Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Saat terdakwa sampai di lokasi, terdakwa lalu ditangkap anggota Polres Metro Depok dan setelah dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 1 unit handphone merk Oppo warna hitam dan saat itu terdakwa mengakui bahwa pada Rabu (26/8/2020) telah menjual sabu kepada saksi Sumarna.  Untuk diketahui, dalam surat dakwaan JPU diketahui bahwa terdakwa berprofesi sebagai anggota Polri. (ter)

Share :