FOKUS :

Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Harus Jalan

Rapat kerjasama rencana UKW dan ToT antara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga UKW UPDM. (Foto: Ist)    ...

BACK_BANNER_DOG

Irda Depok Telisik Nasi Box Satgas Covid-19 di Satpol PP

Untitled-3

Sugawa.id– Kepala Inspektorat Daerah (Irda) Kota Depok, Firmannudin menegaskan pihaknya sedang menelisik anggaran makan minum khususnya belanja nasi box yang dinilai sangat besar dan janggal dalam kegiatan Satgas Covid-19 di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok.

“Iya benar mas, kami lagi menelaah dan sudah menerbitkan surat tugas. Senin 26 April dimulai pemeriksaan,” kata Firman saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Sugawa.id, Rabu (5/5/2021).

Ia menjelaskan, pemeriksaan yang sedang dilangsungkan pihaknya sesuai dengan pedoman yang berlaku. Namun, ketika ditanya sudah berapa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah diperiksa? Sayangnya, Firman belum menjawab hingga berita ini dimuat.

Untuk diketahui, Presidium Aktivis Depok (PAD) meminta klarifikasi kepada Kepala Satpol PP Kota Depok terkait anggaran makan minum khususnya belanja nasi box yang dinilai sangat besar dan janggal di Satgas Covid-19.

Juru Bicara PAD Hersong mengatakan, bahwa di tahap pertama anggaran beli nasi box sebesar Rp 547.400.000,- dengan harga satu bungkus nasi box sebesar Rp 46.000,-. Lalu, kembali belanja nasi box tahap kedua sebesar Rp 289.800.000,- dengan harga per box sama. Di tahap ketiga lebih janggal karena ada dua jenis mata anggaran nasi box dengan harga satuan sama yaitu senilai Rp 237.820.000,- dan Rp 124.200.000,- dilanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 4 (empat) dengan anggaran belanja nasi box Rp 306.920.000,- dengan harga satuannya sebesar Rp 46.000,-.

“Kami menilai janggal dan menduga ada double anggaran dengan pengadaan makan minum di dapur umum milik Dinas Sosial (Dinsos),” ujar Hersong.(ter)


Share :