FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

Inilah Program Unggulan Pemkot Depok 

index

Komplek Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. (foto: diskominfo depok)

 

Sugawa.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, telah menetapkan depok smart city dapat mengatasi persoalan dan meningkatkan hidup masyarakatnya. Bahkan, smart city atau kota cerdas dimasukkan dalam misi, strategi/kebijakan di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok tahun 2021-2026.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengungkapkan, dengan dimasukkannya depok smart city ke dalam RPJMD terdiri atas beberapa uraian. Diantaranya, smart governance, smart economy, smart living, smart society, smart environment dan smart branding.

“Smart governance merupakan upaya membangun infrastruktur digital untuk meningkatkan akuntabilitas dan transportasi pelayanan publik, melaksanakan reformasi birokrasi melalui peningkatan kualitas SDM, peningkatan fasilitas pelayanan publik, pemanfaatan teknologi informasi dan integritas data serta pengembangan kebijakan pengelolaan pemerintah yang partisipatif,” ujar Idris, Rabu (18/8/2021).

Idris mengatakan, smart economy merupakan upaya peningkatan daya saing ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. WUB sektor industri kreatif, pengembangan UMKM, pariwisata dan ekonomi kreatif, pertanian kota melalui teknologi dan digitalisasi, menciptakan kesempatan kerja dengan konsep kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah kota dan masyarakat.

Sedangkan smart living, diutarakan dia, upaya pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang berkualitas, aman, nyaman, ramah, terintegrasi dan berkelanjutan. 

“Kalau smart society sendiri mencakup peningkatkan aksesibilitas layanan pendidikan, kesehatan, kualitas dan kuantitas sumber daya keluarga, tata kelola kebudayaan, pemahaman keagamaan, kebhinekaan, trantibum dan perlindungan masyarakat,” imbuhnya. 

Untuk smart environment, sambung Idris, upaya mengendalikan pencemaran lingkungan dengan meningkatkan cakupan pengelolaan sampah dengan melibatkan peran serta masyarakat dan pemanfaatan teknologi. 

“Kami terus berupaya meningkatkan akses terhadap sarana dan prasarana air limbah dan kualitas serta kuantitas layanan jaringan air bersih,” sebutnya. 

Terakhir, smart branding merupakan upaya mengemas sumber daya dan program-program dari semua dimensi menjadi branding Kota Depok. (ter)


Share :