FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Gubernur Tepis Anggapan Pemprov Banten Kurang Perhatikan Madrasah

Gubernur Banten Wahidin Halim kala menjadi pembicara di Studium General Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten. Dok Foto Humas Pemprov Banten untuk Sugawa.id.

 

Sugawa.id – Gubernur Banten Wahidin Halim menepis anggapan bahwa pemerintah provinsi (Pemprov) kurang memperhatikan pendidikan jalur agama atau madrasah. Menurutnya anggapan itu muncul karena posisi madrasah ibtidaiyahm, madrasah tsanawiyah, dan madrasah aliyah merupakan kewenangan Kementerian Agama dan bukan kewenangan Pemprov.

“Kalau saya membantu bisa terjadi tumpang tindih kewenangan dan administrasi. Bisa diperiksa oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan, red). Namun kalau sifatnya sangat mendesak dan penting, baru bisa dibantu. Itu pun tidak banyak,” ujar Gubernur kala menjadi pembicara utama dalam Studium General Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten Tahun 2020, Sabtu (15/2/2020).

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa WH ini menuturkan dirinya sangat konsen membangun pendidikan termasuk dengan mendirikan madrasah-madrasah atau sekolah seperti masa kejayaan Kesultanan Banten di era Sultan Maulana Hasanuddin. Dirinya mengaku konsen membangun peradaban banten dengan melakukan Revitalisasi Kawasan Kesultanan Banten.

Dikatakan, saat ini untuk sekolah-sekolah yang menjadi kewenangan Provinsi Banten sudah gratis. Pemprov Banten juga meningkatkan honor tenaga kependidikan, guru honorer, serta tunjangan kinerja guru SMAN, SMKN, dan SKhN. Serta membangun kelas baru dan unit sekolah baru. “Saat menjabat Wali Kota Tangerang, saya alokasikan 42 persen APBD Kota Tangerang untuk pendidikan. Saya sepakat bahwa pendidikan harus dimajukan, perpustakaan harus dibangun,” tambah mantan anggota DPR RI ini.

Wahidin menyatakan bersama Wagub Andika Hazrumy, pihaknya telah melakukan reformasi birokasi khususnya dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, peningakatan pendapatan daerah, pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan infrastruktur ibu kota Provinsi Banten, pembangunan fasilitas kesehatan, program bantuan iuran (PBI) premi BPJS Kesehatan bagi warga tidak mampu yang mencapai Rp 600 miliar, pembangunan sekolah dan pendidikan gratis, bantuan kepada hampir 4000 pondok pesantren, revitalisasi Kawasan Kesultanan Banten yang kini telah tumbuh menjadi kawasan wisata religi yang paling represntatif dan terbesar di Indonesia, hingga pembangunan pertanian dan agriwisata yang kini menjadi fokus pembangunan Provinsi Banten di tahun 2020.

“Agama harus masuk ke hati kita. Moral kita harus kita pertanggungjawabkan kepada masyarakat. Reformasi birokrasi untuk membangun mentalitas para pejabat. Mampu mengkonstruksikan pikirannya dalam pembangunan Banten. Kita harus mengoptimalkan usaha dan perjuangan kita,” tegas Gubernur.

Rektor UIN SMH Prof Fauzul Iman yakin para peserta pascasarjana mempunya niat belajar untuk membangun Banten dan semoga menghasilkam teori yang bermanfaat bagi masyarakat. “Beliau (Gubernur WH, red) sangat agresif membangun infrastruktur Banten. Sering mengundang akademisi dan ulama untuk berdiskusi,” ungkapnya.

Gubernur Banten, lanjutnya, memiliki kepekaan untuk membangun perguruan tinggi di Banten. Sudah memulai sinergitas dengan perguruan tinggi untuk membangun Banten. “Insyaallah PaK Gubenur mampu membangun Banten yang lebih baik,” pungkasnya. (wib)

Share :