FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Gubernur Targetkan Banten Jadi Zona Hijau Covid 19

WhatsApp Image 2020-07-13 at 08.03.54

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) berharap Banten dapat  menurunkan zona kuning Covid 19 menjadi zona hijau. Sebelumnya Banten masuk kategori zona merah, kemudian menjadi kuning dan terakhir bisa menjadi zona hijau. 

“Kita sepakat untuk memperpanjang PSBB.Sehingga kita benar-benar tahu langkah-langkah apa yang harus kita lakukan agar kita mendapatkan standarisasi yang jelas untuk hal ini,” ujar Wahidin, Minggu (12/7/2020).

Menurut Wahidin, kalau PSBB sebelumnya relatif serba tidak boleh, pada PSBB selanjutnya secara teknis ada yang bisa dilonggarkan. Ada kegiatan yang bisa dibolehkan namun  dengan tingkat risiko yang rendah. 

“Kegiatan lain yang berisiko tinggi, agak tinggi, dan sedang tentu harus menjadi perhatian kita bersama. Kalau PSBB ini tidak kita lanjutkan saya khawatir, terjadi euforia, masyarakat kembali seperti semula dan lupa,” tegas Gubernur.

Namun, mantan Wali Kota Tangerang ini menyatakan, soal ritual keagamaan jangan sampai terganggu karena ketatnya peraturan. Seperti Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban jangan di RPH tapi tetap perlu diberikan kelonggaran untuk  dilaksanakan di masjid-masjid dengan protokol kesehatan yang ketat.

Pria yang akrab disapa WH ini mengaku pernah dikritik  di berbagai forum dan media sosial, seakan-akan Provinsi Banten tidak berbuat apa-apa dalam menghadapi Covid-19. Faktanya kini Provinsi Banten sudah masuk Zona Kuning dan berada di posisi 12 nasional.

“Saya memang jarang tampil dan bicara di televisi. Yang penting saya bekerja dan yakin mengurangi Covid-19. Faktanya, bagaimana seluruh lini baik Polda, Korem, Bupati dan wali kota serta para alim ulama yang bekerja keras mencapai ini semua. Karena kita tahu apa yang harus kita lakukan,” ungkapnya.

Diakui Gubernur, sejak awal dirinya tidak sepakat dengan istilah new normal tetapi yang terpenting adalah harus membiasakan diri dalam kehidupan baru. Karena ada perubahan nilai-nilai budaya dan harus melalui internalisasi dan institusionalisasi. Menjadi suatu kebiasaan baru di masyarakat. 

Sejak awal pembiasaan Protokol Kesehatan Covid-19  bisa jadi konflik bagi diri dan sebagian masyarakat. Namun lama-kelamaan kesadaran akan pentingnya menghadapi pandemi akhirnya jadi berkompromi dengan kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai baru. Sebuah proses yang membutuhkan waktu.

“Kita membutuhkan waktu sampai terjadi internalisasi diri. Kalau sudah menyatu, dan sudah jadi ter-institusionalisasi, Insya Allah tanpa sosialisasi lagi kita akan sudah terbiasa,” jelasnya. (wib)

Share :