FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Gubernur Siap Pertahankan 6.326 Tenaga Honorer Banten

Gubernur Banten Wahidin Halim – Humas Pemprov Banten

 

Sugawa.id – Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan siap mempertahankan sekitar 6.326 tenaga honorer di lingkungan Pemprov Banten, meskipun pemerintah pusat dan DPR berencana menghapuskan pegawai non-PNS dan P3K.

“Mereka sudah kerja lama, terus kita pecat gitu? Ya nggak lah. Masa mereka sudah lama kerja di kita, banyak bantu, terus mau kita bunuh? Kan punya anak istri. Kita punya duit untuk gaji, ya kita gaji. Kalau perlu kita usulkan jadi PNS, SKnya Kementerian PAN, gajinya saya yang gaji. Masih sanggup kok,” tegas Gubernur akhir pekan lalu.

Pria yang akrab disapa WH ini menyatakan dirinya tidak akan tinggal diam dan akan membela kepentingan para pegawainya. Terlebih, melihat postur APBD Provinsi Banten yang dialokasikan untuk belanja pegawai masih sangat ideal untuk bisa menggaji para tenaga honorer tersebut. Bahkan ketika semisal diangkat menjadi PNS, APBD Banten masih tetap lebih ideal dibandingkan daerah-daerah lainnya.

“APBD kita cuma 18 persen yang dialokasikan untuk belanja pegawai. Jauh lebih rendah dibandingkan daerah lainnya. Keren kan? Dimana-mana 40-50 persen. Struktur APBD kita itu tinggi untuk pembangunannya. Jadi kalau nanti 6.000 honorer itu harus kita gaji (sebagai PNS), kita masih sanggup paling 20-25 persen jadinya. Masih sangat bagus. Ini artinya, intensitas pembangunan keren di Banten, berarti dana itu buat rakyat semua,”papar mantan Wali Kota Tangerang ini.

Meskipun kebijakan tersebut masih dalam pembahasan dan belum ada keputusan, namun Gubernur akan menyampaikan pertimbangan-pertimbangan bahwa tenaga honorer tersebut harus dipertahankan. Terlepas dari rencana pemberlakukan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), Pemprov Banten telah menghitung dan mengkajinya dan tentu melihat permasalahan-permasalahan yang mereka alami. “Jadi masih dibutuhkan, disamping kebutuhan juga karena alasan kemanusiaan,”ujarnya

Gubernur menambahkan, para tenaga honorer sudah lama mengabdi dengan pemerintahan dan membutuhkan nafkah untuk menghidupi keluarga mereka.

Di Pemprov Banten sendiri terdapat sekitar 15 ribu pegawai honorer, sebanyak 6.326 orang bekerja di lingkungan Pemprov dan sisanya bekerja sebagai guru di SMK dan SMA.(wib)

Share :