FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Gubernur Kalteng Ambil Alih Jalan Industri

PALANGKARAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran melarang Pertamina melakukan penutupan terhadap Jalan Industri Raya yang diklaim memiliki sertifikat dan telah menjadi aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Sugianto beralasan karena jalan tersebut dianggap sebagai urat nadi perekonomian masyarakat di Barito Timur.

“PT Pertamina melalui PT Patra Jasa harus tetap membuka Jalan Industri Raya dan tidak diperbolehkan lagi melakukan penutupan jalan dalam bentuk apapun. Karena jalan tersebut merupakan akses Jalan Umum bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya Masyarakat sekitar,” kata Sugianto dalam pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pemprov Kalimantan Tengah dan Pemkab Barito Timur yang dihadiri PT Pertamina, PT Patra Jasa, Asosiasi Pertambangan Batubara Barito Timur, Asosiasi Angkutan Batubara Bersama (AABB) Barito Timur di Kantor Gubernur Palangkaraya, Kalimantan Tengah. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalimantan Tengah ini juga mengingatkan unsure TNI/Polri tidak boleh membekingi penutupan jalan tersebut. “Saya mohon tidak ada unsur pengamanan dalam penutupan jalan akses ini.

Sebelumnya, penutupan akses Jalan Industri Raya sepanjang 60 KM memunculkan aksi demonstrasi masyarakat Barito Timur dalam beberapa bulan terakhir. Hal inilah yang membuat sang gubernur bermaksud  menyelesaikan sengketa ini dengan memanggil para pihak yang bertikai, termasuk PT Patra Jasa. Sampai akhirnya Sugianto memutuskan mengambil alih Jalan Industri Raya melalui Surat Gubernur Kalimantan Tengah bernomor 180/830/HUK yang ditujukan kepada Direktur Pertamina. 

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan mengambil alih Jalan Industri Raya dengan melakukan prosedur sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kami akan membentuk Tim Terpadu yang bertugas mengambil alih Jalan Industri Raya dan mengkaji aspek legalitas atas sertifikat yang diklaim oleh pihak PT Pertamina tersebut,” katanya.(wib)

Share :