FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Gubernur Ingin Banten Jadi Lumbung Pe Pangan

WhatsApp Image 2020-07-07 at 12.27.12

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH). (foto: sugawa,id)

 

Sugawa.id – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) akan memperkuat ketahanan pangan Provinsi Banten untuk mengantisipasi krisis ekonomi akibat Covid-19. Salah satunya dengan meningkatkan produktivitas pertanian dan membenahi jalur distribusi perdagangan hasil pertanian. “Dampak dari Covid-19 ini harus kita antisipasi,” tegas Wahidin.

Gubernur mengajak semua pihak untuk mendeklarasi meningkatkan produksi pertanian dan pemasaran sebagai gerakan bersama. Mengerahkan semua potensi yang dimiliki dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat Banten.

“Ada potensi yang begitu besar di Banten ini. Bisa kita kembangkan. Orang kampung insyaAllah tidak akan terpukul karena mereka punya beras dan bahan pokok,” tambah mantan Wali Kota Tangerang ini.

Dikatakan, para pakar dan ekonom sepakat untuk mengatisipasi krisis dengan swasembada pangan. Provinsi Banten sebagai daerah pertanian di samping sebagai daerah industri. Minimal ketahanan pangan per kepala keluarga.

“Saya cukup optimis. Semua daerah memproduksi beras. Cuma masalah di distribusi. Sejak dilantik saya menaruh perhatian agar Banten menjadi daerah yang memproduksi dan mensuplai kebutuhan pangan. Kita akan sentuh kembali produk-produk yang dibutuhkan masyarakat. Pembenahan hulu hingga hilir, meningkafkan produksi di hulu dan pembenahan distribusi di hilir,” ungkap Gubernur Banten.

Gubernur Banten juga ungkapkan kearifan lokal masyarakat Citorek Kabupaten Lebak dalam mengelola hasil panen untuk ketahanan pangan masyarakatnya. Meski masyarakat Citorek panen padinya setahun sekali namun mencukupi.

Ditekankan pula untuk optimalisasi kesepakatan dengan Perum Perhutani dalam pemanfaatan lahan untuk meningkatkan produksi komoditas pertanian di Provinsi Banten. Demikian pula dengan Perum Bulog wilayah Banten didorong untuk lebih optimal dalam menyerap hasil produksi padi masyarakat Banten.

Gubernur Banten juga akan melibatkan TNI dan POLRI di garis terdepan untuk terlibat dalam gerakan menanam untuk ketahanan pangan di Provinsi Banten.

“Pada tataran praktis, ini menjadi tanggung jawab bersama tanpa mengganggu tugas kewenangan kita. Ke depan kita berharap masyarakat tidak tergantung pada ijon. Kita bangun sistem distribusi. Kita harapkan Banten menjadi lumbung beras,” imbuh Gubernur Banten. (wib)

Share :