FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Gubernur Banten Pastikan Semua Korban Banjir Harus Dapat Layanan Kesehatan Terbaik

Seorang petugas sedang memberikan layanan kesehatan kepada korban banjir. Dok Foto : Humas Pemprov Banten untuk Sugawa.id.

Sugawa.id – Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan bahwa seluruh korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Banten harus mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Artinya, tidak hanya pelayanan yang bersifat pertolongan pertama, melainkan seluruh gangguan kesehatan yang dialami korban banjir harus ditangani.
“Seluruh korban banjir harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik, apa pun gangguan kesehatan yang diderita harus dapat perawatan,” kata Wahidin, Senin (7/1/2020).

Dia mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan telah membentuk 11 Posko Kesehatan di lokasi pengungsian dan sebanyak 6.111 orang pengungsi telah dilayani di posko-posko tersebut.

Catatan Dinas Kesehatan Banten, hingga Sabtu (5/01/2020) korban banjir yang telah mendapatkan layanan kesehatan di Posko Kesehatan Dinkes Pemprov Banten mencapai 6.111 orang dengan sebaran : Kabupaten Lebak 2.909 orang, Kabupaten Tangerang 1.836 orang, Kota Tangerang Selatan 604 orang, Kota Tangerang 465 orang, dan Kabupaten Serang 297 orang.

Kasus terbanyak yang melanda korban banjir adalah dermatitis (1.530 orang), ISPA (1.191), Febris (853), Gastritis (696), Myalgia (655), Hipertensi (433), Cephalgia (300), GE/Diare (179), serta Dispepsia (141). Sedangkan kasus-kasus lainnya di bawah 50 orang.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa WH ini juga menegaskan bahwa penanganan banjir bandang maupun banjir di beberapa wilayah Banten dilaksanakan sesuai dengan prosedur tetap (protap). “Pertama kita respon dengan evakuasi, kita bawa ke pengungsian. Beberapa lokasi di Lebak seperti Lebak Gedong yang jalurnya terkena longsor baru pada Kamis kita berhasil menembus dengan excavator. Lalu ada juga yang berada di seberang sungai, sudah mulai dievakuasi oleh tim Brimob melalui perahu karet, terutama yang jembatannya terputus,” papar WH.

Gubernur WH juga menyatakan melalui posko-posko penanganan banjir semua tim bergerak mulai provinsi, kota dan kabupaten. “Kita juga menyediakan kebutuhan logistik mereka selama di pengungsian. Hampir semuanya mendapatkan pelayanan. Yang ketiga adalah aspek persoalan paska banjir. Ada 700 kepala keluarga di Kabupaten Lebak yang rumahnya hanyut. Begitu juga rumah-rumah di tempat lain yang rusak yang harus segera dibantu,” tegasnya.

Dijelaskan, untuk jembatan provinsi yang putus akan dibangun jembatan sementara dan semua sedang dibahas secara intensif bersama sama dengan bupati dan wali kota. (wib)

Share :