FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

Ganja Masih di Tas, Hakim dan JPU Sebut Sebagai Penyalahguna Bagi Diri Sendiri

PN Depok

Gedung Pengadilan Negeri Depok. (Foto: Ist)

 

 

Sugawa.id – Majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan terdakwa I M. Fazri (25) dan terdakwa II Rio Ramadhan (25) dihukum selama 2 (dua) tahun penjara karena melakukan penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri.

JPU Adhi Prasetya Handono dalam surat tuntutannya menyebutkan, kedua terdakwa terbukti bersalah tanpa hak dan melawan hukum melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menuntut masing-masing terdakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dikurangi selama para terdakwa berada dalam penahanan,” ucap Adhi, Senin (10/5/2021).

Sementara, majelis hakim yang dipimpin Divo Ardianto dengan anggota Eko Julianto dan Nugraha Medica Prakasa dalam amar putusan menuturkan, JPU dalam persidangan menghadirkan saksi-saksi, diantaranya saksi M. Rusli dan saksi Irwan ( keduanya anggota kepolisian) yang dibawah sumpah menerangkan, telah menangkap para terdakwa pada Senin tanggal 30 November 2020 sekitar pukul 22.00 Wib di Perum Acropolis Jl. Karadenan, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Saksi mengetahui M. Fazri dan Rio Ramadhan menyimpan narkotika jenis ganja dari hasil observasi. Saat penangkapan, kedua terdakwa tengah berjalan kaki dan langsung dilakukan penggeledahan dan ditemukan narkotika jenis ganja di dalam tas selempang merk Eiger.

Berdasarkan keterangan kedua terdakwa saat ditangkap, ganja tersebut diperoleh dengan cara membeli dari saudara Ook (daftar pencarian orang) seharga Rp 150.000,-. Para terdakwa pun mengaku, tidak memiliki izin resmi untuk menyimpan, membawa, memiliki dan memakai ganja. Atas keterangan saksi-saksi tersebut, kedua terdakwa membenarkan dan tidak keberatan.

Dalam persidangan yang digelar secara virtual terdakwa Fazri mengatakan, bahwa dirinya ditangkap bersama Rio pada Senin tanggal 30 November 2020 sekitar pukul 22.00 Wib di Perum Acropolis Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kejadian itu berawal pada Senin, 23 November 2020 sekira pukul 21.30 Wib, saudara Ook (DPO) menghubungi terdakwa yang mengatakan, 1 (satu) paket ganja sudah ditaruh di pinggir Jalan Perum Acropolis Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor dan lokasinya difoto.

Akan tetapi, barang haram tersebut tidak langsung diambil oleh para terdakwa. Ganja tersebut baru diambil pada Senin tanggal 30 November 2020 sekira pukul 21.00 Wib. Ganja tersebut rencananya ingin dipakai secara bersama-sama di rumah Rio. Sekitar pukul 22.00 Wib, dengan berjalan kaki saat hendak pulang terjadi penangkapan dan penggeledahan dan ditemukan ganja yang tersimpan di tas selempang merk Eiger warna biru abu-abu yang digunakan Fazri.

“Menimbang, bahwa JPU telah mengajukan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus kertas berwarna coklat yang berisikan bahan/daun ganja dengan berat Britto 2,99 gram, 1 (satu) buah tas selempang merk Eiger warna kombinasi, 1 (satu) buah handphone merk Vivo warna hitam,” kata Divo saat pembacaan amar putusan, Senin (7/6/2021).

Divo menerangkan, berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris No. 83 BX/XII/2020/Pusat LAB Narkotika pada tanggal 07 Desember 2020. Barang bukti yang diterima berupa satu buah amplop berwarna coklat bersegel, lengkap dengan label barang bukti. Di dalamnya terdapat 1 (satu) bungkus kertas berwana coklat berisi bahan/daun dengan berat netto 1,1125 gram disita dari M. Fazri dan Rio Ramadhan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan Laboratoris disimpulkan, barang bukti bahan/daun adalah benar Ganja mengandung THC (Tetrahydrocannabinol) yang terdaftar dalam Golongan 1 Nomor urut 8 dan 9 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ujarnya.

Sebagaimana keterangan saksi-saksi dan keterangan para terdakwa serta barang bukti yang diajukan dipersidangan, sambung Divo, para terdakwa tidak memiliki izin resmi untuk menyimpan, membawa, memiliki dan memakai narkotika jenis ganja. Selanjutnya, terdakwa M. Fazri yang membeli narkotika jenis ganja sedangkan terdakwa Rio Ramadhan hanya mengkomsumsinya saja.

“Menyatakan terdakwa I M. Fazri dan terdakwa II Rio Ramadhan, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama menyalahgunakan narkotika golongan I. Menjatuhkan pidana kepada masing-masing terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun,” imbuhnya.

“Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan majelis hakim Pengadilan Negeri Depok pada hari Senin, 7 Juni 2021 oleh kami Divo Ardianto, sebagai hakim ketua, Eko Julianto dan Nugraha Medica Prakasa, masing-masing sebagai hakim anggota, putusan mana diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum pada hari dan tanggal itu juga, dengan dibantu oleh Muhammad Yusuf Shalahuddin selaku panitera pengganti Pengadilan Negeri Depok serta dihadiri oleh JPU Adhi Prasetya Handono dari Kejaksaan Negeri Depok dan para terdakwa yang didampingi oleh kuasa hukumnya,” tutup Divo. (ter)

Share :