FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Dua Penambang Emas Illegal Ditangkap Polres Bogor

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni memberikan keterangan resmi terkait penangkapan dua orang penambang liar di Kp. Cililin Sabrang, Ds. Banyuresmi, Bogor, Senin (13/1/2020). Dok Foto : Ucok – Sugawa.id.

 

Sugawa.id– Dua orang pelaku tindak pidana pertambangan illegal berinisial MAR (24) dan ATA (33) warga asal Desa Banyu Resmi Kec. Cigudeg Kab. Bogor ditangkap saat sedang beroperasi di lubang gurandil (galian emas liar) Kp. Cililin Sabrang Ds. Banyuresmi oleh Satuan Reskrim Polres Bogor.

Upaya penangkapan kedua tersangka oleh Polres Bogor merupakan bagian dari penanggulangan bencana alam tanah longsor dan banjir khususnya di daerah Bogor Barat.

“Saat itu kami sedang melakukan pemantauan di daerah Bogor Barat terkait adanya dugaan tindak pidana penambangan emas liar (Gurandil), sebagaimana dimaksud dalam pasal 158 Jo. Pasal 37 dan atau Pasal 161 UU Republik Indonesia No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Dan kami melihat adanya aktivitas penambangan dan pengolahan tambang emas yang mencurigakan di Kp. Cililin Sabrang Ds. Banyuresmi. Maka kami langsung mengamankan para pelaku”, ujar Kanit Tipidter Polres Bogor Iptu B.Azi Lesmana, Senin (13/1/2020).

Dikatakan, para pelaku melakukan penambangan emas tanpa izin di 3 lokasi di antaranya Gunung Puntang, lubang Cingalang dan lubang Cisapon Desa Banyuresmi Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Dari tangan kedua tersangka polisi berhasil menyita 80 karung bahan emas, 70 buah gelundung (alat pengolah emas), 5 buah mesin penggerak alat pengolah emas, 5 buah poli, 2 buah tabung gas ukuran 50Kg, 2 buah tabung gas ukuran 3Kg, 2 buah alat pengolah emas gembosan, 1 buah timbangan, 1/2 karung kowi dan uang tunai senilai Rp 1.600.000.

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni mengapresiasi pengungkapan kasus yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Bogor ini. “Alhamdulillah janji saya kemarin tercapai, salah satu faktor penyebab bencana yang terjadi di wilayah Sukajaya dan sekitarnya memang karena adanya aktivitas penambangan liar dan pada momen ini kami berhasil mengungkap kasus penambangan emas liar,” katanya.

Gubernur Minta Ditertibkan
Gubernur Banten Wahidin Halim juga memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Banten dalam rangka melakukan operasi dan inventarisasi lokasi tambang emas ilegal. Menurut Wahidin, Pemprov Banten tak bisa lagi melihat aspek sosial, tapi lebih ke pendekatan hokum karena kerusakan akibat penambangan liar bias menyebabkan masyarakat Banten menderita penyakit dan bahkan kematian.

“Penambangan mungkin bukan satu-satunya penyebab banjir. Tapi kalau memang terbukti mengakibatkan kemudaharatan orang banyak, pendekatannya bukan lagi sosial tapi hukum. Kalau dalam kaca mata hukum melanggar, ya dihukum. Jadi jangan nanti terlampau banyak perdebatan aspek sosial dan ekonomi. Kalau itu penyebab satu-satunya ya udah sikat aja,” kata Gubernur, Senin (13/1/2020).

Gubernur juga menginstruksikan Dinas LHK untuk melakukan survey dan menginventarisasi kandungan bahan kimia, khususnya merkuri yang menjadi bahan utama pengolah hasil tambang emas. Karena, berdasatkan laporan dari Taman Nasional Gunung Halimun Salak, hasil perkebunan, pertanian dan perikanan wilayah tersebut sudah terkontaminasi bahan kimia berbahaya yang digunakan pengolah tambang emas. Sehingga akan membahayakan masyarakat dalam jangka panjang. (cok/wib)

Share :