FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

DPRD Kota Bekasi Sebut Tes Cepat Corona di Stadion Langgar Aturan

WhatsApp Image 2020-03-27 at 14.33.41

Sejumlah petugas medis Kota Bekasi sedang menjalani tes corona. (Nia/Sugawa.id)

 

Sugawa.id – Legislatif Kota Bekasi menyebut kegiatan tes cepat atau rapid test bagi petugas medis yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi di dalam Stadion Patriot Candrabaga melanggar aturan karena tes itu melenceng dari ketetapan Pemprov Jabar.

Anggota DPRD Kota Bekasi, Andhika Dirgantara mengatakan, pelanggaran kegiatan itu dikarenakan tesnya mengundang perhatian massa. Padahal, sesuai instruksi pemerintah pusat segala bentuk kegiatan yang mengundang banyak massa sangat dilarang.
“Tentu ini yang sangat kami sesalkan, karena wali kota tetap memaksakan rapid test tenaga medis. Mereka sudah mengumpulkan massa di stadion, dan warga berdatangan. Kalau seperti ini maka sama saja tes ini tidak jauh dengan menularkan Covid-19 ini,” katanya, Jumat (27/03/2020).

Dijelaskan Andhika, pelaksanaan rapid test Corona tidak sesuai dengan instruksi dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Yakni tes virus asal Tiongkok kepada petugas medis itu dilakukan di dalam kendaraan atau drive through. Akan tetapi hal itu tak dilaksanakan oleh Wali Kota Bekasi.

“Ini tidak sesuai arahan dari Pemprov Jabar. Kalau seperti ini maka identitas petugas diketahui warga yang datang. Tahu sendiri tes ini bukan hanya diikuti petugas medis, tetapi ada anggota DPRD sama beberapa pejabat dinas lain,” paparnya.

Menurutnya, seharusnya tes Covid-19 bagi petugas medis tidak mengundang perhatian banyak massa. Mengingat pendemi virus itu terjadi pada kerumunan banyak orang yang sulit diteksi. “Tes ini harusnya rahasia, karena ada juga pejabat dan rekan kami yang bisa jadi tertular Corona. Makanya wali kota sudah salah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Andhika.

WS salah satu dokter RS Swasta di Kota Bekasi yang mengikuti rapid test itu mengaku kecewa dengan kegiatan tersebut. Sebab, sepengetahuannya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan kalau pelaksanaan tes cepat virus ini dilakukan dengan sistem drive through. Namun hal itu diselenggarakan serupa dengan tes kesehatan biasa dengan sistem mengantri di dalam stadion.

“Kecewa karena pelaksanaan tes Corona tidak sesuai harapan. Ini sangat riskan sekali, bukan menyembuhkan tapi malah menularkan virus itu. Mana ada tes bagi petugas medis ditonton sama warga,” ungkapnya.

Sebelum tes itu dilaksanakan, sambung WS, petugas penguji tes ini pun tidak menggenakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap. Artinya, dikhawatirkan tes ini akan menularkan dan menjadi pembawa virus corona. Apalagi, saat pemeriksaan itu diutamakan bagi tenaga medis yang diketahui punya risiko tinggi menularkan. Dia berharap pemerintah dapat mengevaluasi pelaksanaan rapid test tersebut.

“Semua tenaga medis berisiko menularkan virus ini. Satu aja yang positif, otomatis semua di stadion hari ini yang datang kemungkinan bisa positif corona. Sebagai dokter saya menilai seharusnya bukan begini sistemnya, semua harus terkoordinasi. Ya harapnya bisa jadi evaluasi,” imbuhnya.

Seperti diketahui rapid test Corona diikuti oleh 365 petugas medis di Kota Bekasi. Tes ini ditujukan bagi petugas medis di tiap puskesmas dan rumah sakit di wilayah tersebut. Adapun tes bagi petugas medis ini diselenggarakan dua hari, mulai dari Rabu (25/03/2020) sampai Kamis (26/03/2020), lalu. (nia)

Share :