FOKUS :

Langkah Polri Tangkap Penimbun Masker di Sejumlah Daerah

Sugawa.id – Maraknya aksi penimbunan masker berhasil dibongkar jajaran kepolisian dalam beberapa hari berselang. Sejumlah kasus penggerebekan pelaku dan pembongkaran...

Banner DUKA CITA SUGAWA

DPK Banten Terus Kampenyekan Kegiatan Gemar Membaca

gmar membaca banten

Sejumlah siswa SMKN 8 Pendeglang tengah mengikuti kegiatan gemar membaca yang digelar DPK Provinsi Banten. Dok Foto : DPK Provinsi Banten untuk Sugawa.id.

 

Sugawa.id– Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan (DPK) Provinsi Banten terus melaksanakan kegiatan promosi gemar membaca. Salah satunya digelar di SMKN 8 Pandeglang dengan tujuan meningkatkan minat baca siswa SMA/SMK di Provinsi Banten.

“SMKN 8 Pandeglang merupakan salah satu sekolah yang tengah berupaya untuk meningkatkan kualitas lulusannya agar bisa bersaing, baik itu dalam dunia kerja maupun level pendidikan berikutnya,” jelas Kepala DPK Provinsi Banten Ajak Moeslim, Jumat (31/1/2020).

Ajak menyatakan DPK Banten juga melaksanakan kegiatan diskusi dengan siswa (talkshow) serta melakukan kegiatan menonton film edukatif, pembinaan perpustakaan serta perpustakaan keliling. Pembinaan perpustakaan dilakukan dengan melakukan sharing informasi dengan pengelola perpustakaan sekolah serta instalasi sistem informasi perpustakaan (inlislite).

“Sementara diskusi bersama siswa berisi tentang pentingnya membaca bagi siswa, baik dalam mendukukung proses belajar yang tengah dilakukan maupun dalam upaya peningkatan kualitas dan kapasitas siswa untuk menghadapi masa depannya,” ujarnya.

Diskusi (talkshow) yang dipandu oleh Chaerunisa (pustakawan DPK) dan Evi Syaefudin (Kasi Pembudayaan Kegemaran Membaca DPK) itu mencoba memotivasi agar siswa meningkatkan daya baca sebagai bekal dalam menghadapi tantangan di masa depan. BKKBN mencatat pada tahun 2020-2030 Indonesia akan mengalami apa yang disebut Bonus Demografi. Bonus Demografi adalah jumlah Usia Produktif (usia 15-64 Tahun) lebih besar jumlahnya dari usia non produktif (1-14 tahun dan 65 tahun keatas).

“Disebut bonus demografi karena jumlah penduduk yang ditanggung lebih kecil dari penduduk yang menanggung, artinya kondisi ini diprediksi akan meningkatkan kekuatan ekonomi masyarakat,” jelas Evi Syaefudin.

Kondisi ideal bonus demografi, lanjut Evi, akan berjalan maksimal manakala masyarakat sudah siap menghadapi perubahan yang terjadi di lingkungannya. Peningkatan kualitas dan kapasitas untuk bersaing di dunia kerja menjadi sebuah keniscayaan. Namun, kondisi ini akan berubah menjadi bencana ketika usia produktif yang sedang tumbuh tidak siap menghadapi tantangan yang ada di depannya.

“Karena itu sumber daya manusia unggul menjadi keharusan untuk menghadapi situasi ini. Lembaga-lembaga pendidikan dituntut tidak hanya mampu melahirkan lulusan secara kuatitas, tetapi juga dituntut untuk melahirkan lulusan yang berkualitas dan memiliki daya saing,”paparnya.

Pustakawan DPK Banten Chaerunisa menambahkan, pada sisi inilah kemudian budaya baca masyarakat memiliki peranan penting, dalam hal ini membaca diartikan tidak saja membaca teks tetapi juga kemampuan membaca konteks. Dengan budaya baca yang tinggi, diharapkan mampu melahirkan sebuah generasi pembelajar yang mampu menghadapi tantangan zaman. (wib)

Share :