FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Dokter RS Bhakti Yudha Sebut Narkotika yang Dikonsumsi Babai dalam Rangka Pengobatan

Sidang Ketua DPC PKB ok

Dokter RS Bhakti Yudha Heti Kurnia Solehati memberi keterangan di persidangan. (Janter/Sugawa.id)

Sugawa.id – Dokter RS Bhakti Yudha Heti Kurnia Solehati menyebutkan benzo diazepin (sejenis narkotika) yang dikonsumsi politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok Babay Suhaemi dalam rangka pengobatan dirinya.

“Ketika itu saudara Babay berobat dan mengeluhkan sakit lambung. Dan obat untuk sakit lambungnya itu obat braxidin yang mengandung kandungan benzo diazepin,” ujar Heti dalam sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa Ketua DPC PKB Depok Selamet Riyadi di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Selasa (4/8/2020).

Dalam keterangannya, dokter Heti menyatakan pernah memeriksa saksi pelapor Babai terkait penyakitnya pada tanggal 29 Juni 2018 dan memberikan obat braxidin yang mengandung kandungan benzo diazepin tersebut.
Saat ditanya Jaksa penuntut umum (JPU) Rozi Juliantono apakah saksi pernah diperiksa penyidik kepolisian dan di Berita Acara Penyidikan (BAP) terkait pemberian rekam medis Heti menuturkan adanya pemeriksaan itu. Dia juga menyatakan pernah mengeluarkan keterangan rekam medis terhadap saksi pelapor yakni saudara Babai Suhaemi pada tanggal 20 Agustus 2019.

Di persidangan, saksi juga mengaku tidak memiliki hubungan kerja maupun keluarga dengan Selamet Riyadi. Sebelum saksi diperiksa dalam jalannya sidang, majelis hakim yang diketuai Divo Ardianto dengan anggota Nanang Herjunanto dan Darmo Wibowo Mohammad terlebih dahulu mengambil sumpah berdasarkan agama dan kepercayaannya. 

Pasca sidang JPU Rozi mengungkapkan keterangan saksi sangat diperlukan karena obat Benzo Diazepin itu merupakan salah satu zat yang mengandung narkotika. Maka keterangan itu ketika saksi pelapor meminta rekam medis di RS, maka yang bersangkutan mengeluar rekam medis pada saat saksi berobat di RS tersebut.

Sebelumnya Ketua DPC PKB Kota Depok Selamet Riyadi dijerat dengan dakwaan pertama Pasal 311 KUHP dan dakwaan kedua Pasal 310 Ayat (1) KUHP terkait pencemaran nama baik kadernya Babay Suhaimi melalui media massa. Kala itu, Selamet menyatakan pemecatan terhadap kadernya itu dilakukan karena yang bersangkutan menggunakan narkotika.(ter)

Share :