FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

DKI Larang Isolasi Mandiri di Rumah, Pasien yang Menolak Bakal Dijemput Aparat

anies

Gubernur DKI Anies Baswedan (ist)

 

Sugawa.id —Pemprov DKI Jakarta melakukan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin (14/9/2020) hingga dua pekan mendatang.

Gubernur DKI Anies Baswedan menegaskan, ketentuan ganjil genap bagi kendaraan, ditiadakan selama pengetatan PSBB. “Kebijakan ganjil genap ditiadakan selama PSBB,” ungkap Anies dalam jumpa pers di Balai Kota Jakarta yang ditayangkan di kanal Youtube Pemprov DKI, Minggu (13/9/2020).

Anies Baswedan mengatakan, pengetatan PSBB, ojek online boleh mengangkut. “Motor berbasis aplikasi boleh mengangkut barang dan penumpang dengan protokol kesehatan yang lengkap,” katanya.

Hal ini berbeda dari penerapan PSBB di masa awal pandemi. Saat itu, ojek online dilarang mengangkut penumpang.

Mulai hari ini, Pemprov DKI juga melarang pasien Covid-19 melakukan isolasi mandiri di rumah. Anies menyatakan, hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya klaster perumahan karena isolasi mandiri yang tidak disiplin.

“Jadi mulai Senin, semua yang ditemukan positif diharuskan untuk isolasi secara terkendali di tempat-tempat yang telah ditetapkan,” ujar dia.

Kebijakan tersebut diambil dikarenakan tidak semua warga memahami protokol kesehatan terkait isolasi mandiri dan berpotensi menularkan Covid-19 di keluarga pasien terpapar.

“Isolasi mandiri di rumah tinggal harus dihindari karena ini berpotensi pada penularan klaster rumah sudah terjadi,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Pasien Covid-19 yang menolak diisolasi di tempat yang sudah disediakan, bakal dijemput petugas dan aparat penegak hukum. “Bila ada kasus positif yang menolak isolasi di tempat yang telah ditentukan maka akan dilakukan penjemputan oleh petugas kesehatan bersama dengan aparat penegak hukum,” tegasnya.

Pemerintah sudah menyiapkan Wisma Atlet Kemayoran dan beberapa hotel untuk dijadikan tempat isolasi pasien terpapar Covid-19.

Pengetatan PSBB kali ini mengacu Pergub DKI Nomor 88 tahun 2020 terkait perubahan Pergub Nomor 33 tahun 2020 tentang PSBB. Pergub No 88 tahun 2020 diterbitkan 13 September 2020.

PSBB ini secara umum sama dengan PSBB 10 April hingga 4 Juni 2020 atau sebelum PSBB transisi yang totalnya berlaku mulai 5 Juni hingga 10 September 2020. (gas)

Share :