FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Ditreskrimsus Polda Banten Ungkap Praktik Aborsi di Pandeglang.

Aborsi Pandeglang ok

Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Nunung Syaifudin (Kedua kiri) didampingi Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi (Ketiga Kiri) menunjukkan barang bukti kasus aborsi di Pandeglang. (Humas Polda Banten)

Sugawa.id – Ditreskrimsus Polda Banten berhasil membongkar praktek illegal di KS Kampung Cipacung, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang. Dalam kasus ini, polisi mengamankan seorang bidan berinisial NN (53), inisial E (38) asisten NN, serta RY (23) dan W (23) yang diduga telah melakukan aborsi tersebut.

Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Nunung Syaifudin didampingi Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi menyatakan keberhasilan pihaknya membongkar praktek aborsi illegal tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat soal adanya praktik aborsi di klinik tersebut.

“Kita berhasil mengamankan tersangka NN dan asistennya E serta RY dan W yang tengah menjalani praktek aborsi ilegal tersebut. Tiga orang yang diamankan petugas di klinik yang sekaligus rumah sang bidan. Satu bidan Inisial NN (53), satu asistennya inisial E (38) yang membantu aborsi dan satu orang perempuan yang sedang menggugurkan, inisial RY (23) yang ditemani seorang pria berinisial W,” tutur Dirkrimsus Polda Banten Kombes Nunung Syaifudin, Selasa (3/11/2020).

Dikatakan, saat diinterogasi Ry dan W mengaku baru saja menggugurkan janin yang baru berusia satu bulan itu di klinik KS. Berdasarkan informasi tersebut, kemudian petugas melakukan pemeriksaan kepada sang bidan yang akhirnya mengakui bahwa memang telah melakukan aborsi kepada pasiennya.

“Dilakukan konfirmasi kepada seorang bidan dan asistennya yang masih berada di klinik itu. Hasilnya bidan itu mengakui baru saja melakukan aborsi sesuai dengan permintaan, yang selanjutnya polisi menggelandang para pelaku ke Polda Banten,” tutur Nunung.

Sebagai barang bukti, petugas mengamankan baskom, alat kesehatan berupa alat suntik, alat injeksi dan uang tunai Rp 2,5 juta dari pelaku RY kepada NN hasil kegiatan aborsi illegal tersebut. “Berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh keterangan bahwa NN telah beroperasi sejak tahun 2006 sampai 2020 dan sudah melakukan kegiatan aborsi sebanyak lebih dari 100 kali, ” ujar Nunung.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi menambahkan dari hasil pemeriksaan oleh penyidik, diketahui bahwa motif bidan NN, yaitu untuk mencari Keuntungan dari pekerjaannya. Sedangkan RY yang menggugurkan kandungan, tidak menghendaki lahirnya sang bayi.

“Selama ini NN telah menggunakan klinik dan alat alat kesehatan yang ada untuk menggugurkan kandungan pasiennya. Sedangkan RY, sengaja menggugurkan janin dalam kandungannya seckarena pelaku dan pacarnya tidak menginginkan adanya bayi hasil dari hubungan mereka. Sementara lelaki W yang menemani pelaku RY, masih diperiksa sebagai saksi,” kata Edy Sumardi.

Edy Sumardi menambahkan bidan NN (53) dan asisten ya E (38) dijerat dengan pasal 194 jo pasal 75 ayat (2) UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ada pun bunyi dari pasal ini, setiap orang yang dengan sengaja melakukan aborsi tidak sesuai dengan ketentuan dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 1 miliar.

“Sedangkan RY dikenakan pasal pasal 346 KUHP karena sengaja menggugurkan anak di kandungannya atau menyuruh orang lain untuk menggugurkan kandungannya. Ry terancam pidana penjara paling lama 4 tahun,” tegas Edy. (wib)

Share :