FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Dishub Kota Bekasi Batalkan Mudik Lebaran Gratis

Mudik Gratis ok

Sejumlah petugas Dinas Perhubungan Kota Bekasi memberi keterangan kepada masyarakat. (Nia/Sugawa.id)

 

Sugawa.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi akhirnya membatalkan program mudik gratis Idul Fitri pada 24 Mei 2020 nanti. Alasannya dikhawatirkan akan menularkan virus Covid-19 ke daerah lain.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan keputusan membatalkan program mudik gratis ini untuk membantu pemerintah mengantisipasi pendemic Corona ke daerah lain. Apalagi, warga yang akan mudik ini pun belum mengikuti tes cepat Covid-19 yang sedang diselenggarakan Pemkot Bekasi.

“Mudik gratis tahun 2020 ini yang diselenggarakan Dishub bekerja sama swasta ditiadakan. Program mudik gratis Kemenhub juga batal digelar. Jadi kami minta warga untuk tidak mudik ke kampung halamannya selama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi akhirnya membatalkan program mudik gratis Idul Fitri pada 24 Mei 2020, nanti. Alasannya hal itu dikhawatirkan akan menularkan virus Covid-19 ke daerah lain.

Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, keputusan membatalkan program mudik gratis ini untuk membantu pemerintah mengantisipasi pendemic Corona ke daerah lain. Apalagi, warga yang akan mudik ini pun belum mengikuti tes cepat Covid-19 yang sedang diselenggarakan Pemkot Bekasi.

“Mudik gratis tahun 2020 ini yang diselenggarakan Dishub bekerja sama swasta ditiadakan. Program mudik gratis Kemenhub juga batal digelar. Jadi kami minta warga untuk tidak mudik ke kampung halamanya selama pandemi Covid-19,” kata Tri, Sabtu (28/03/2020).

Menurutnya, pembatalan program mudik gratis tahun 2020 ini diklaim untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di lokasi tujuan mudik. Mengingat, penularan virus ini sangat cepat tanpa disadari seseorang. “Saat mudik lebaran juga diminta tidak pulang kampung jika kondisi Covid-19 belum hilang,” ujar Tri.

Selain itu, lanjut Tri, pembatalan mudik gratis ini juga merupakan kebijakan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang melarang warga di Jawa Barat mudik selama pandemi Covid-19. Jika memaksakan pulang, kata dia, maka berstatus orang dalam pantauan (ODP) dan wajib mengisolasikan diri selama 14 hari.

“Diminta warga pikirkan keselamatan diri dan keluarga di kampung. Jangan sampai mereka menjadi orang yang menyebarkan virus itu, kasihan orang yang di kampung rentan dan ini membuat penyebarannya semakin luas,” paparnya.

Dijelaskan Tri, untuk tetap menjalin silahturahmi dalam berlebaran pemudik dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk berkomunikasi dengan sanak keluarga. Diakui, hampir 70 persen warga Kota Bekasi merupakan pendatang. Sehingga keinginan untuk pulang kampung bertemu orang tua maupun sanak saudara sangat tinggi.

“Lakukan silaturahmi dengan menggunakan teknologi yang ada, sehingga silaturahmi tetap terjalin dan terbangun, rasa kangen bisa terobati dan saling mendoakan agar kita semua dalam kondisi sehat. Maka diminta agar tetap di rumah dengan bersilaturahmi secara online, sedikit mungkin berinteraksi secara fisik akan segera memutus penyebaran virus Covid-19 dan memusnahkannya,” ucapnya. (Nia)

Share :