FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Diduga Alami Kerusakan, Alun-alun Depok Dijaga Ketat

Alun2 Depok ok

Alun-alun Depok (sugawa.id)

Sugawa.id – Baru diresmikan 12 Januari 2020 lalu, sejumlah sarana dan prasarana di alun-alun kawasan Grand Depok City, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok dikabarkan mengalami kerusakan dan tidak terawat.

Alun-alun yang merupakan salah satu janji dalam program kerja Wali Kota Mohammad Idris Abdul Shomad dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna ini dibangun dalam dua tahap dan menghabiskan anggaran sekitar Rp 360 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok tahun 2018 dan 2019.

Alun-alun ini sempat dinikmati warga Depok sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Dalam alun-alun tersebut ada sejumlah fasilitas seperti musala, lapangan basket, lapangan futsal, toilet, dan tribun penonton. Namun kini alun-alun itu tak bisa diakses lag.

Berdasarkan informasi yang diterima Sugawa.id dari warga, sejumlah fasilitas di alun-alun itu kini mengalami kerusakan. “Kondisinya mulai tak terawat,” kata seorang warga.

Ketika Sugawa.id akan melihat kondisi alun-alun tersebut, sarana publik yang kini berada di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Alun-alun Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok dijaga ketat oleh tenaga pengamanan (securiti). Ketika sejumlah wartawan, termasuk Sugawa.id, hendak mengecek kondisi kerusakan tersebut, sejumlah sekuriti melarang wartawan masuk dengan alasan pandemi Covid-19.

“Kamu dari mana? Kami di sini hanya menjalankan perintah untuk tidak membolehkan masuk siapa pun ke area alun-alun. Yang boleh masuk ke area ini (alun-alun) hanya orang yang sudah diberi izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok atau DKHL,” ucap seorang Security. 

Sekda Kota Depok Hardiono yang dikonfirmasi mengungkapkan bahwa alun-alun yang berada di GDC dibangun oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok. Namun untuk pengelolaan berada di bawah DLHK Kota Depok. “Yang bangun alun-alun ialah Disrumkim. Sedangkan untuk pengelolaannya di DLHK. Kepala UPT-nya Pak Purnomo,” beber Hardiono, Senin (12/10/2020).

Saat ditanya terkait penggunaan security bukannya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) atau Banpol PP untuk menjaga alun-alun, kata Hardiono, dinas terkait yang mengetahui hal itu. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan DLHK Kota Depok belum merespon. (ter)

Share :