FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Di Depok, Residivis Kurir Sabu dan Temannya Dihukum 4 Tahun Penjara

stnarko

 

Sugawa.id– Di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, seorang residivis kasus dijatuhi hukuman empat tahun penjara.

Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

Nomor perkara 400/Pid.Sus/2020/PN Depok ataa nama terdakwa Dimas Seno alias Banteng dan IGN Ferman Yulianto oleh jaksa penuntut umum (JPU) Putri Dwi Astrini dijerat Pasal 114 Ayat (1) atau Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

Pada surat dakwaan JPU, Dimas dan Ferman ditangkap anggota Ditresnarkoba Polda Metro Jaya saat mengantar satu paket sabu seharga Rp 400.000 di depan Indomaret Jalan Gandul Raya, Depok, sekira pukul 20.00 WIB, Jumat (20/3/2020). 

Saat digeledah terhadap badan atau pakaian yang dikenakan keduanya didapati barang bukti satu plastik klip bening berisi sabu dengan berat brutto 0,36 gram, satu kartu ATM BCA atas nama IGN Ferman Yulianto, satu buah handphone merk Oppo warna hitam dan satu buah handphone merk Xiaomi warna hitam. 

Ketika diinterogasi, kedua terdakwa mengaku masih menyimpan sabu di rumah Dimas.

Setibanya di lokasi ditemukan barang bukti dua paket sabu dengan berat brutto 0,36 gram dan 0,34 gram.

Barang haram tersebut diakui kedua terdakwa dari saudara Azis (belum tertangkap/DPO) untuk diantar ke pembeli. 

Keduanya pun mengaku mendapat imbalan atau upah serta dapat menggunakan sabu secara gratis jika membantu menjual sabu. 

Putri Dwi Astrini menuntut Dimas dan Ferman terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 Ayat (1) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Dimas Seno Alias Banteng dan terdakwa IGN Ferman Yulianto dengan pidana penjara masing-masing selama empat tahun dan enam bulan dikurangi selama para terdakwa dalam penahanan dengan perintah para terdakwa tetap ditahan. Dan Denda masing–masing sebesar Rp. 800.000.000 subsidair satu bulan penjara,” ucap JPU dalam amar tuntutannya.

Majelis hakim yang dipimpin Rizky Nazario Mubarak menyatakan terdakwa Dimas dan Ferman telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menguasai narkotika jenis golongan I dalam bentuk bukan tanaman;

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Dimas Seno Alias Banteng dan IGN Ferman Yulianto oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama empat tahun dan denda masing-masing sebesar Rp 800.000.000 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan, maka akan digantikan dengan pidana penjara masing-masing selama satu bulan,” kata Rizky dalam amar putusan.

Masih kata Rizky, menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh para terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan serta menetapkan agar para terdakwa tetap ditahan.

Dimas Seno alias Banteng dan IGN Ferman Yulianto oleh JPU dan majelis hakim dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi,

“Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah)”.

Sementara di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Depok diketahui bahwa Dimas Seno alias Banteng, ternyata adalah seorang residivis perkara narkotika golongan I jenis ganja pada 2018 lalu dengan Nomor Perkara 480/Pid.Sus/2018/PN Depok. (ter)

Share :