FOKUS :

Selama PPKM Darurat, 1.722 Pelanggaran Terjadi di Kota Tangerang

Sekretaris Satpol PP Kota Tangerang, Agus Prasetya. (Foto: Ist)     Sugawa.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui jajaran Satpol...

BACK_BANNER_DOG

Catherine Wilson Dituntut Rehabilitasi

Catrine Wilson ok

Sugawa.id – Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok Rozi Juliantono menuntut model sekaligus aktris Catherine Wilson (39) alias Keket bersama sekuriti rumahnya, Jumadi (36) selama delapan bulan rehabilitasi dalam sidang virtual di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Rabu (6/1/2021).

Dalam tuntutannya JPU menyatakan, terdakwa Catherine binti Peter Wilson dan Jumadi terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I untuk diri sendiri secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Catherine dan terdakwa II Jumadi menjalani pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi selama delapan di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido dengan dikurangi masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani para terdakwa,” kata Rozi.

Untuk diketahui, seharusnya pada Rabu, 6 Januari 2021 sidang Catherine beragendakan keterangan saksi ahli yang diajukan penasihat hukum terdakwa. Namun lantaran saksi ahli tak hadir, akhirnya penasihat hukum tidak jadi mengajukan dan akhirnya sidang dilanjutkan dengan sidang tuntutan.

Sebelumnya, dalam surat dakwaan yang dibacakan Rozi Juliantono pada Selasa, 8 Desember 2020 menuturkan bahwa terdakwa I Catherine binti Peter Wilson yang menawarkan narkotika jenis sabu kepada terdakwa II Jumadi. JPU juga menyebutkan, terdakwa Catherine sudah tiga kali menyuruh terdakwa Jumadi untuk membeli sabu dengan menggunakan uang miliknya.  “Terdakwa I Cathrine dan terdakwa II Jumadi pada hari Jumat, tanggal 17 Juli 2020 sekira pukul 08.30 wib, bertempat di Jl. Haji Saleh No.11 RT.01/RW.07 Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat, menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan penyalahguna narkotika golongan I bukan tanaman,” kata JPU.

Adapun perbuatan yang dilakukan kedua terdakwa dengan pada Kamis, tanggal 16 Juli 2020 sekira pukul 00.30 wib, saat Jumadi sedang berjaga di rumah Cathrine, dia dipanggil dan dimintai tolong oleh Cathrine untuk membelikan sabu sebanyak 2 gram.

“Permintaan itu oleh Jumadi dijawab, ya akan menanyakan terlebih dahulu kepada saudaranya. Kemudian Jumadi menanyakan kepada Anto (Daftar Pencarian Orang). Anto pun menjawab ada,” ujarnya.

Lalu, Anto meminta Jumadi agar mentransfer uang terlebih dahulu yang oleh Jumadi hal itu disampaikan kepada Cathrine. Setelah itu Cathrine mentransfer uang tiga juta rupiah ke rekening Jumadi untuk membeli sabu serta minta dibelikan pengharum ruangan. “Uang itu oleh Jumadi ditransfer ke rekening Anto sebesar Rp 2.850.000,- dengan rincian Rp 2.800.000,- untuk membeli sabu sebanyak dua gram dan sisanya sebagai ongkos bensin Anto. Lalu sekira pukul 22.00 wib, Anto datang ke rumah Cathrine mengantarkan sabu yang diterima Jumadi kemudian sabu tersebut diserahkan kepada Cathrine,” bebernya.

“Pada hari Jumat, tanggal 17 Juli sekira pukul 04.00 wib, Jumadi dipanggil Cathrine dengan maksud menawarkan Jumadi untuk mengkonsumsi sabu bersama. Ajakan itu disetujui oleh Jumadi,” sambung JPU.

Setelah selesai mengkonsumsi sabu, Jumadi kembali ke pos depan untuk kembali berjaga. Namun, sekira pukul 08.30 wib, saat Jumadi sedang ngobrol dengan Cathrine, tiba-tiba didatangi beberapa orang berpakaian preman, yaitu Saksi Anto Daniel Siregar dan Hendra Saputra yang mengaku anggota dari Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap Cathrine dan Jumadi, masih kata JPU, ditemukan barang bukti berupa satu buah tas tangan kain yang di dalamnya terdapat satu buah kantong kain warna hitam yang di dalamnya berisi satu buah plastik klip yang berisikan sabu dengan berat brutto 0,43 gram (kode A), satu buah plastik klip yang di dalamnya berisikan sabu dengan berat brutto 0,66 gram (kode B), seperangkat alat hisap sabu berupa cangklong kaca beserta sedotan plastik dan bong dari botol kaca, satu buah korek api gas warna kuning, satu buah HP merk Iphone XR warna hitam berikut simcard dan semua itu adalah milik Cathrine alias Keket.

“Sedangkan milik Jumadi berupa satu buah HP merk Oppo A7 warna hitam biru berikut simcard. Cathrine dan Jumadi beserta barang bukti dibawa Polisi ke Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tuturnya.(ter)

Share :