FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Cara Kasatlantas Polrestro Depok Berantas Calo SIM, Libatkan Reskrim dan Provost

WhatsApp Image 2020-06-27 at 10.45.52

Kasat Lantas Polrestro Depok. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Satlantas Polrestro Depok mulai melakukan pemberantasan calo Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas 1221 Pasar Segar, Sabtu (27/06/2020). Untuk membentas calo tersebut, Satlas bentuk tim khusus untuk mengawasi dan menangkap mereka dengan cara berpatroli senyap.

Hal tersebutkan ditegaskan Kasatlantas Polrestro Depok, Kompol Erwin Aras Genda kepada Sugawa.id. Menurutnya, tim khusus penangkap calo itu melibatkan Satreskrim dan Propam Mapolrestro . Adapun tugas tim khusus itu merazia dan memberantas para broker SIM.

“Dalam operasi tentu kami selalu melibatkan Tim Reskrim dan Provost. Jika ditemukan tentunya ada tindakan tegas,” kata Erwin.

Erwin mengaku, patroli dan pengawasan rutin ini dilakukan untuk memberi rasa aman dan nyaman pada masyarakat. Sehingga pelayanan sim prima dirasakan warga kota ini. Mengingat setelah dibuka pelayanan perpanjangan sim jumlah pemohon membludak.

“Ini merupakan bagian dari tanggungjawab kami sebagai anggota Polri. Dengan rasa nyaman dan tetap menerapkan protokol kesehatan masyarakat bisa mengurus sim sendiri,” paparnya.

Terkait hal itu, Erwn mengimbau pada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan iming-iming yang diucapkan oleh pelaku calo. Karena, syarat untuk mendapatkan legalitas berkendara ini harus mengikuti tes teori dan praktik. Dan jika pemohon gagal dalam tes tersebut pihaknya akan memberikan kerta pengulangan tes kembali.

“Biasanya modus mereka menawarkan jasa cepat dengan harga yang tentu saja bisa berkali-kali lipat dari biaya biaya normal. Kami tekankan, tidak ada itu istilah jalur khusus, jadi jangan percaya dengan hal-hal seperti itu,” tegasnya

Sementara, Kanit Regindent Satlantas Polrestro Depok, AKP Agung Permana menyarankan, sebaiknya pemohon SIM mengikuti prosedur yang berlaku demi keamanan diri sendiri. Sebab dengan hal itu maka pemohon sim mengerti akan aturan berkendara dan berlalulintas. Mengingat kasus kecelakaan berlalulintas sangat tinggi.

“Karena SIM itu kan digunakan untuk berkendara. Ini untuk keamanan diri sendiri dan orang lain. Bisa berbahaya jika belum mampu berkendara tapi punya SIM,” tuturnya.
Ditambahkan Agung, pemohon sim pun harus mengikuti protokol kesehatan saat melakukan pengurusan sim di Satpas 1221 Pasar Segar dan Mapolresro Depok. Karena hal itu untuk mengantisipasi penularan virus Covid-19. (ndi)

Share :