FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Calo SIM Berkeliaran di Satpas 1221 Pasgar Depok di Tengah Pandemi Covid 19

Suasana antrean para pembuat surat izin mengendara (SIM) di Satpas 1221 Pasgar Depok. (foto-foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Para pembuat surat izin mengendara (SIM) Kota Depok resah. Pasalnya, mereka dihantui keberadaan calo yang mematok harga tinggi untuk mendapatkan kelengkapan kendaraan yang dikeluarkan oleh Polrestro Depok. Apalagi patokan harga itu terjadi lantaran adanya kerja sama para calo dengan oknum anggota Satpas 1221 Pasar Segar (Pasgar) Depok.

Salah satu warga pengaju SIM C, Bernat Barmas (36) mengaku, keberadaan calo SIM di Satpas 1221 Pasgar Depok muncul saat pelayanan perpanjangan SIM oleh Korlantas Mabes Polri diumumkan di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih diberlakukan. Saat dirinya hendak mengurus pembuatan SIM C baru di tempat itu, dirinya langsung dikejar calo dan ditawari pengurusan SIM yang cepat dan praktis.

“Harganya Rp700 ribu untuk buat SIM C dan langsung jadi tanpa tes. Ditawari langsung sama calo itu, karena mereka kerja sama dengan orang dalam. Ya tidak mau saya harganya di luar batas,” ungkapnya, Sabtu (6/6).

Tak sampai di sana, lanjut Bernat, saat berbincang dengan calo itu, dirinya mengetahui mengenai patokan harga SIM yang selangit itu. Di mana para calo itu harus menyetorkan uang pemohon kepada anggota Satlantas yang bertugas di dalam. Kata dia, kerja sama antara calo dengan oknum Satpas 1221 Pasgar Depok untuk menurupi kekurangan biaya administrasi.

“Calonya memang sudah kenal sekali sama anggota di dalam, makanya bebas keluar masuk. Bukan saya saja yang ditawari, melainkan setiap orang yang datang ikut ditawari. Kata calonya sih memang oknum anggotanya mematok harga SIM agar tidak ikut teori dan praktik,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan, Eko Hadi (43), pemohon SIM asal Jakarta Timur yang datang ke Satpas 1221 Pasgar Depok untuk membuat SIM A baru. Di tempat itu pun dia bertemu calo SIM yang mematok harga Rp 900 ribu. Harga itu menurutnya, diberikan calo lantaran untuk memercepat proses pembuatan SIM kepada oknum orang dalam. Bahkan, transaksi harga itu berada di beberapa ruangan yang telah disediakan oknum kepolisian.

“Calonya bilang biaya ini untuk diberikan ke anggota di dalam. Alasannya biar lolos tes praktek dan teori, bisa dibilang nanti formalitas agar lulus. Saya dibawa ke salah satu tempat untuk lobi harga,” ucapnya.

Yang lebih mengejutkan, kata Eko, aksi percaloan itu vulgar di tengah penerapan PSBB oleh pemerintah dalam menangani pendemi Covid-19. Apalagi di tengah situasi saat ini praktik terlarang itu membuat para pemohon resah. Kata dia, tak sedikit pemohon pulang karena adanya praktik percaloan tersebut.

“Harusnya pelayanan ini murni, jangan seperti ini. Saya pernah urus sendiri tanpa calo tetapi gagal, kalau pakai calo tinggal foto dan cetak SIM. Setahu saya harga SIM A hanya Rp120 ribu,” jelasnya.

Seperti diketahui Mabes Polri mengeluarkan tarif baru pengurusan SIM kepada seluruh masyarakat di tanah air. Tarif resmi pembuatan SIM seperti yang disampaikan NTMC Polri berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 50 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Penerbitan SIM A baru Rp120.000, untuk perpanjangan Per Penerbitan Rp80.000. 

Sedangkan penerbitan SIM B baru Per Penerbitan Rp120.000, dan perpanjangan Per Penerbitan Rp80.000. Sementara, penerbitan SIM B II baru Per Penerbitan Rp120.000, dan Perpanjangan Per Penerbitan Rp80.000. Untuk Penerbitan SIM C baru Per Penerbitan Rp100.000, perpanjangan Per Penerbitan Rp75.000. Pada Penerbitan SIM D (khusus penyandang cacat) baru Per Penerbitan Rp50.000 dan Perpanjangan Per Penerbitan Rp30.000. Diikuti Pembuatan SIM Internasional baru Per Penerbitan Rp250.000 dan perpanjangan Per Penerbitan Rp225.000.

Sementara, saat dikonfirmasi adanya aksi percaloan di Satpas 1221 Pasgar Depok, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyatakan hak itu dapat memberikan penjelasan itu ada di Polrestro Depok. Sebab itu merupakan wilayah hukum Polrestro Depok. Dirinya pun menyebutkan orang yang mampu menjawab itu adalah Kasat Lantas Polrestro Depok, Komisaris Erwin Aras Genda.

“Itu kewenangan Polrestro Depok, coba hubungi pejabat di sana. Ini saya kasih nomor kontak kasat lantasnya. Beliau pasti tahu apa yang terjadi di Pelayanan Satpas SIM 1221 Pasgar Depok,” ungkapnya.

Kasat Lantas Polrestro Depok Komisaris Erwin Aras Genda belum dapat memberikan keterangan. Bahkan pesan singkat yang dikirimkan jurnalis Sugawa.id pun tak direspon. (ndi)

Share :