FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

BPN Percepat Pengadaan 3 Lahan Bagi Ruas Tol di Wilayah Tangsel

Bagi sertifikat BPN Tangsel ok

Suasana penyerahan sertifikat program PTSL di Tangsel (Humas BPN Tangsel)

Sugawa.id – BPN Tangsel sedang melakukan percepatan pembebasan lahan bagi 3 tol yang melintasi wilayah Tangerang Selatan, antaranya Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja), Tol Serpong-Cinere (Sercin) dan Tol Kunciran-Serpong (Kunser).

“Pelaksanaan pengadaan tanah merupakan kegiatan yang krusial karena untuk memenuhi 2 kepentingan yang kadang kadang terjadi benturan di lapangan. Disatu sisi Pemerintah membutuhkan tanah untuk lokasi pembangunan kepentingan umum, disisi lain tidak sedikit warga yang juga keberatan dengan kegiatan berkaitan dengan aset dan juga nilai besaran ganti rugi,” kata Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) BPN Tangsel Himsar, Jumat (23/10/2020).

Dikatakan untuk memastikan percepatan kegiatan pengadaan tanah, telah dilaksanakan rapat koordinasi secara maraton di Swiss Belhotel-Serpong. Rapat itu dihadiri Kabid Pengadaan Tanah Kanwil BPN Banten, Kasi Datun Kejaksaan Negeri Tangsel, Camat Serpong, Lurah pada lokasi yang terkait, 3 PPK dan Ketua TPT pada setiap ruas Tol serta unsur Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Dijelaskan, dalam pertemuan itu dicapai kesepakatan nilai dan musyawarah bentuk ganti kerugian kepada warga Cilenggang yang terkena Tol Serbaraja dan dilanjutkan verifikasi berkas untuk persiapan pembayaran ganti ruginya. Selain itu juga disepakati nilai ganti kerugian dan musyawarah bentuk ganti kerugian bagi warga yg terkena Tol Serpong Cinere dan dilanjut verifikasi berkas yang akan ditindaklanjuti pembayaran ganti rugi minggu berikutnya. Tak hanya itu, hari itu juga sudah dilakukan pembayaran ganti rugi warga yang terkena gusur di ruas Tol Kunciran Serpong.

Dia mengatakan sukses tidaknya program ini tergantung kesadaran masyarakat untuk melepaskan asetnya. “Kami menghimbau kepada warga yang terkena kegiatan Proyek Startegis Nasional (PSN) untuk dapat membantu dan mendukung kegiatan ini yang pada akhirnya akan bermanfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

Selain pembebasan lahan bagi 3 tol, dalam suasana keterbatasan akibat pandemi Covid 19 dab PSBB (Pembataan Sosial Berskala Besar), tim Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Agraria,Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus bergerak cepat menyelesaikan PTSL di daerah tersebut.
Penyerahan sertifikat secara sporadik terus dilakukan terhadap warga yang telah melengkapi berkasnya. ”Ketidaklengkapan dan terlambatnya penyerahan berkas ke petugas BPN menyebabkan penyelesaian sertifikat warga jadi tersendat terutama masih ada tersisa pada program PTSL 2019,” ujar Himsar.

Mantan Kakakantah Kota Tangerang ini menyatakan, berbeda halnya dengan kegiatan PTSL 2020 yang merupakan tahun kualitas, peserta PTSL hanya untuk warga yang dari awal menyerahkan berkasnya, dan bidang tanahnya tidak bermasalah yang dapat menjadi peserta PTSL.

Ia menjelaskan, tahun 2020 ini Kota Tangsel mendapat alokasi PTSL setelah dikurangi karena ada refocusing anggaran sebanyak 2.779 bidang, dan berkas warga, aset dan wakaf sudah diterima sebanyak 2.745 bidang dan sudah selesai sertifikatnya sebanyak 2.367 bidang atau setata 85% persen dari target. “Dari 2.367 bidang yang sudah diselesaikan dan sudah diserahkan sebanyak 1.114 bidang yang terdiri dari 121 bidang aset milik Pemkot dan 2 bidang tanah Wakaf,” cetusnya.

Selain itu, dalam waktu dekat akan diserahkan kembali 18 sertifikat aset Pemkot dan 37 bidang tanah wakaf untuk berbagai kepentingan, seperti Masjid, Mushola, Tanah Makam, sarana pendidikan. “Untuk PTSL 2020 ini, kami optimis dapat diselesaikan dan diserahkan kepada yang berhak, sebelum tahu anggaran 2020 ini berakhir,” tegasnya.
Sementara untuk tanah warga yang merupakan bagian PTSLtahun . 2019 lalu yang belum diserahkam terkendala karena kelengkapan berkas.

”Secara sporadik tim PTSL terus melakukan penyerahan sertifikat seperti pada hari Kamis (22/10/2020), di dua Kelurahan yang berbeda Tim PTSL BPN Kota Tangsel menyerahkan sertifikat warga di Kelurahan Pondok Ranji kepada 79 warga dan di Kelurahan Ciater sebanyak 42 bidang, penyerahan secara sporadik ini dilakukan mensiasati adanya Pandemi Covid 19 dengan membatasi interaksi dalam jumlah banyak,” tuturnya.

Pihaknya menghimbau kepada warga dan pihak kelurahan segera melengkapi dan menyampaikan berkas alas haknya kepada Tim PTSL, sehingga proses penyerahan secara simultan dilakukan terhadap berkas yang sudah lengkap.
Himsar mengungkapkan, menyinggung soal biaya dalam PTSL, ada hal yang kurang tepat menyebutkan PTSL gratis.

”Padahal ada dua komponen biaya dalam kegiatan PTSL.Yaitu, biaya persiapan PTSL menyangkut penyiapan berkas, meterai, patok, operasional petugas kelurahan yang diatur dalam SKB 3 Menteri, dan biaya pembuatan Akta, Pajak (BPHTB, Pph, PBB), menjadi tanggung jawab pemilik tanah. Disamping itu, ada juga biaya dalam proses penerbitan sertifikat mulai dari penyuluhan, pengukuran, puldadis, panitia pemeriksaan tanah, penerbitan SK dan penerbitan sertifikat yang semua dibiayai dari APBN maupun APBD, sehingga tidak dibebankan kepada pemilik tanah,” ujarnya.(ber)BPN Percepat Pengadaan 3 Lahan Bagi Ruas Tol di Wilayah Tangsel

Share :