FOKUS :

Selama Pandemi Covid-19, Gugatan Cerai di Depok Lebih Banyak

Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Jawa Barat. (foto: sugawa.id)   Sugawa.id – Pandemi Covid-19 tampaknya bukan hanya mempengaruhi perekonomian. Namun,...

BACK_BANNER_DOG

BPN Padang Fokuskan Pengukuran Tanah Pusako Tinggi di PTSL 2020

Anthony Kantah Padang ok

Kepala BPN Kota Padang Antoni (sugawa.id)

Sugawa.id – Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Padang terus melakukan sertikasi tanah masyarakat sesuai dengan reformasi agraria bidang pertanahan yang terus digaungkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) di seluruh Tanah Air. melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Salah satu fokusnya adalah pengukuran Tanah Pusako Tinggi kaum Ninik Mamak. 

”Program PTSL terus berjalan di Kota Padang. Selama 2019 lalu, kami sudah menerbitkan sebanyak 1.000 sertifikat dan di tahun 2020 ini, karena Pandemi Covid-19 tapi kami berhasil menerbitkan 500 sertifikat tanah milik warga,” ujar Kepala BPN Kota Padang Antoni, Jumat (27/11/2020).

Dia mengatakan kurangnya minat masyarakat mensertifikatkan Tanah Pusako Tinggi kaum Ninik Mamak membuat pihaknya agak kesulitan dalam pembuatan SHM tanah adat Ninik Mamak. Namun untuk soal pengukuran luas dan batas-batas Tanah Pusako Tinggi, kami tetap diizinkan. ”Jadi Tanah Pusako Tinggi cukup kami ukur untuk luasnya dan dikeluarkan peta bidang. Peta bidang itu nanti diketahui oleh kaum adat, kelurahan, dan Kantah Kota Padang mengenai batas-batas dari Tanah Pusako Tinggi itu. Jadi tidak ada kendala,” ujar Antoni.

Karena itu, pihaknya tetap mensosialisasikan program pengukuran Tanah Adat Tinggi kepada masyarakat. Antoni juga mengatakan pentingnya sertifikat tanah bagi kesejahteraan masyarakat Kota Padang. ”Dengan adanya program PTSL ini berarti sudah ada status hak atas tanah masyarakat dan menjamin kesejahteraan masyarakat. Meskipun ada kendala, namun berkat kerja sama dan bantuan semua pihak, program PTSL tahun 2020 ini dapat terlaksana,” paparnya.

Mantan Kabid Penataan Pertanahan Kanwil BPN Banten ini mengatakan, untuk tahun depan Kantah Kota Padang menargetkan 338 sertifikat tanah. ”Kalau untuk pengukuran kami targetkan 4.000 bidang tanah. Kami fokuskan di Kelurahan Padang Besi,” tandasnya. (ber)

Share :