FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Banyak Pengendara Langgar Aturan PSBB Depok 

Seorang pengendara diberhentikan petugas karena melanggar PSBB. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas dari luar ataupun dalam Kota Depok masih banyak melakukan pelanggaran di hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Itu terlihat di titik check point bawah fly over Universitas Indonesia (UI).

Padahal, PSBB ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19 yang semakin masif di Kota Depok.

Mulai pagi hingga kini kendaraan yang masuk atau keluar Kota Depok masih terlihat padat, aparat gabungan yang berjaga baik dari Polri, TNI dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok yang berjaga kerap memberhentikan pengendara. 

Mereka yang diberhentikan karena tak menggunakan masker, kendaraan roda dua berpenumpang, dan jarak penumpang di dalam mobil. Sejumlah alasan pun terucap mulai dari lupa menggunakan masker, tak membawa masker, dan tak mempunyai masker. 

Muhammad Irwan (42) yang distop petugas  menyatakan dirinya diberhentikan akibat membonceng saat mengendarai sepeda motor. Ia mengaku dari Jakarta ke Kota Depok bersama istri untuk bekerja. 

“Saya dan istri kerja di Depok. Tadi KTP saya sempat dilihat, saya tahu kalo ada PSBB makanya saya pakai masker,” kata Irwan di simpang fly over UI Depok, Rabu (15/4/2020). 

Dirinya sangat mendukung penerapan PSBB di Kota Depok dan DKI Jakarta lantaran dapat mencegah penyebaran virus corona. “Saya sangat dukung ini diterapkan,” ucapnya. 

Kasat Lantas Polres Metro Kota Depok Komisaris Sutomo menuturkan tidak memberikan sanksi bagi pengendara karena bersifat imbauan. Bahkan, aparat memberikan masker kepada para pengendara yang tidak menggunakan. 

“Kami akan berhentikan kendaraan yang melanggar aturan, jika pengendara  yang tidak pake masker, kami akan berikan masker. Kalau ada yang boncengan kami berhentikan dan dilihat identitasnya kalau tidak sesuai aturan kami turunkan dan kami suruh naik angkot,” imbuhnya. 

Sutomo mengungkapkan, dalam penerapan ini ada sejumlah pengendara yang terpaksa diminta putar balik oleh petugas. Sebab mereka melanggar sejumlah peraturan. 

“Kami akan berikan masker selagi ada. Jika habis tapi masih ada pengendara yang melanggar terpaksa kita minta putar balik untuk jangan masuk ke Depok,” tandasnya. (ter)

Share :