FOKUS :

Langkah Polri Tangkap Penimbun Masker di Sejumlah Daerah

Sugawa.id – Maraknya aksi penimbunan masker berhasil dibongkar jajaran kepolisian dalam beberapa hari berselang. Sejumlah kasus penggerebekan pelaku dan pembongkaran...

Banner DUKA CITA SUGAWA

Banten Peringkat 3 Korupsi Terendah di Indonesia

gubernur kejagung ok

Gubernur Banten Wahidin Halim menyambut kedatangan Jaksa Agung RI ST Burhanuddin ke Provinsi Banten, Senin (10/2/2020). Dok Foto Humas Pemprov Banten untuk Sugawa.id.

Sugawa.id– Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyatakan Provinsi Banten kini menduduki peringkat ketiga dengan tingkat korupsi terendah se-Indonesia.

“Berkat dukungan dan doa masyarakat, saat ini Banten menjadi daerah dengan tingkat korupsi terendah ketiga se-Indonesia. Saya terima langsung penghargaan itu dari KPK disaksikan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin pada 19 Desember 2019 di Jakarta,” ujar Wahidin dalam Kunjungan Kerja Jaksa Agung RI ST Burhanuddin ke Provinsi Banten, Senin (10/2/2020).

Dikatakan, kunjungan kerja Jaksa Agung ke Banten sendiri dilakukan dalam rangka sinergitas menuju terciptanya Banten yang bersih dari korupsi.

Sementara dalam acara Pembukaan Bimbingan Teknis Kepada Kepala Sekolah, Kepala Tata Usaha, Bendahara, dan Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) Dalam Rangka Penyerahan Kewenangan KPA/ Pada Satuan Pendidikan Menengah di Provinsi Banten, Senin, (10/2/2020) Wahidin juga mengingatkan tentang keberhasilan Provinsi Banten dalam membangun jika tanpa korupsi.

“Hari ini kita kumpul untuk menyampaikan pesan moral, bahwa kita bisa berhasil tanpa korupsi. Bisa hidup bahagia. Saya berharap kepala sekolah bisa mengelola keuangan dengan baik. Sekarang mekanisme pelaksana kuasa anggaran ke kepala sekolah. Kalau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, terlalu jauh. Awas kalau diselewengkan. Tiga kali berturut Banten raih WTP,” pesan Gubernur.

Gubernur mengingatkan para kepala sekolah yang sebelumnya menyanyikan lagu Padamu Negeri untuk menghayati serta meresapi setiap bait lagu tersebut. “Lagu Padamu Negeri bicara tentang janji, tentang tanggung jawab. Membentuk ikrar kalau kita mengabdikan diri bagi negara, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia, red) dan Pancasila yang sudah final. Memberikan makna kepada kita, bahwa kita mengabdi,” tegas pria yang akrab disapa WH ini.(wib)

Share :