FOKUS :

Ketika Edhy “Tersandung” Benih Lobster

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus ekspor benih lobster. Dalam kasus...

1-min

Anies Beri Penjelasan Soal Reklamasi Ancol Setelah Dianggap Ingkar Janji Kampanye

 

Sugawa.id- Anies ingkar janji! Kalimat ini diserukan sejumlah pihak yang memprotes keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan izin perluasan kawasan Ancol dan Dunia Fantasi (Dufan).

Meski menggunakan istilah perluasan, sejatinya yang terjadi adalah reklamasi yakni menuangkan tanah ke laut hingga membentuk daratan baru.

Kritik kepada Anies antara lain datang dari Sanny A Irsan, pendukung Anies-Sandi pada pilkada DKI 2017. Sanny menilai Anies telah melanggar janji kampanye karena menerbitkan izin perluasan kawasan Ancol dan Dufan.

Sanny A Irsan menambahkan, keputusan Anies atas izin perluasan Ancol mencederai hak-hak nelayan dan warga pesisir utara Jakarta. Izin yang dimaksud ada dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020 yang ditandatangani Anies 24 Februari 2020.

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI, Pantas Nainggolan menilai Anies Baswedan hanya bersilat lidah karena menggunakan istilah perluasan pada reklamasi Ancol. Hal ini tak berbeda dari penggunaan istilah rumah lapis yang sejatinya adalah rumah susun dan istilah naturalisasi sungai sebagai antitesis normalisasi sungai.

Setelah dihujani kritik, Anies memberi penjelasan ihwal Kepgub No 237 Tahun 2020 tentang izin izin perluasan kawasan Ancol dan Dufan seluas sekitar 155 hektar.

Melalui Youtube pada akun Pemprov DKI, Anies Baswedan antara lain mengakui bahwa perluasan Ancol secara teknis adalah reklamasi.

“Soal Ancol ini, lumpur hasil pengerukan sungai dan waduk itu memang menambah lahan bagi Ancol, dan penambahan lahan itu istilah teknisnya adalah reklamasi,” ucap Anies dalam video yang diunggah, Sabtu (11/7/2020).

 

 

Anies mengatakan, tanah atau material yang ditumpahkan ke laut di sisi timur Ancol dan Dufan itu merupakan tanah hasil pengerukan waduk dan sungai.

Anies juga menjelaskan, reklamasi Ancol bertujuan melindungi warga Jakarta dari banjir. Menurut Anies, di Jakarta ada 30 waduk dan 13 sungai dengan panjang mencapai 400 kilometer yang mengalami pendangkalan.

Untuk mengatasi pendangkalan, maka dilakukan pengerukan agar kapasitas waduk dan sungai menjadi optimal dan dapat mencegah banjir.

“Proses ini sudah berlangsung cukup panjang bahkan menghasilkan lumpur yang amat banyak, 3,4 juta meter kubik. Lumpur ini kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol,” kata Anies.

“Jadi, ini adalah sebuah kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir,” imbuhnya.

Sedangkan reklamasi yang diizinkan oleh pemerintahan sebelumnya, justru berpotensi menghasilkan banjir di Jakarta. Musababnya, lokasi reklamasi itu berada di depan Cengkareng Drain dan Muara Sungai Angke.
Jika reklamasi diteruskan, pulau yang terbentuk akan menggangu aliran sungai ke laut lepas dan berpotensi membuat Jakarta banjir.

Anies juga menyatakan reklamasi yang diizinkan oleh pemerintahan sebelumnya sarat kepentingan komersial.

Sedangkan perluasan Ancol yang izinnya ditandatangani Anies, bertujuan untuk menampung hasil pengerukan sungai dan waduk di Jakarta. Daratan yang nantinya terbentuk, akan dimanfaatkan untuk pengembangan tempat rekreasi di Jakarta.

“Apa yang sedang terjadi di kawasan Ancol berbeda dengan reklamasi yang alhamdulillah sudah kita hentikan dan menjadi janji kita pada masa kampanye itu,” ucap Anies.

Anies menegaskan bahwa dia tidak melanggar janji kampanye tiga tahun lalu. “Jadi dikeluarkannya Kepgub ini untuk memanfaatkan lahan yang sudah dikerjakan selama 11 tahun dan sama sekali tidak mengingkari janji,” ujar Anies.

Anies menyatakan, reklamasi Ancol yang sekarang mengedepankan kepentingan umum dan keadilan sosial. “Proses pembangunannya pun tidak merugikan nelayan dan kawasan ini terbentuk dari lumpur hasil pengerukan sungai untuk mencegah banjir,” kata dia. (gas)

Share :