FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Aniaya Istri, WN Belanda Dijerat UU Penghapusan  KDRT

sidang WN Belanda ok

Suasana persidangan Ferdinand Eduard De Fretes (77), warga negara Belanda yang melakukan KDRT di PN Depok. (Sugawa.id)

Sugawa.id–  Ferdinand Eduard De Fretes (77), warga negara Belanda dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai terdakwa dengan nomor perkara 408/Pid.Sus/2020 PN Depok yang dipimpin majelis hakim Rizky Mubarak Nazario dengan anggota Darmo Wibowo Mohammad dan Divo Ardianto.

JPU Indah Sulistio Sapto Karini menjerat terdakwa dengan dakwaan primer  Pasal 44 Ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT subsidair, dalam Pasal 44 Ayat (4) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.

Di sidang Rabu (26/8/2020), JPU menghadirkan tiga saksi, di antaranya Yuliana, Rohmat dan Sudarmoyo. Sebelum ketiganya memberikan keterangan, para saksi terlebih dahulu diambil sumpah.

Dalam keterangan saksi korban Yuliana yang juga sebagai istri dari terdakwa di persidangan diketahui bahwa dirinya telah mendapatkan perbuatan kekerasan yang dilakukan terdakwa.

“Kejadian kekerasan yang saya alami, pada tanggal 5 Oktober 2019 sekira jam 6 pagi setelah saya pulang dari belanja sayuran. Saya ke dapur antar sayuran kemudian keluar lagi untuk mengambil HP yang ketinggalan di motor,” ujar Yuliana.

Saat itu, kata dia, handphone dirinya dikuasai oleh terdakwa. Maka dari itu, dirinya meminta handphone tersebut namun, dirinya malah mendapatkan kekerasan dari terdakwa yang merupakan suami dari saksi korban.

“Saya mengalami kekerasan dengan dipukul, ditampar, didorong dan dipiting sehingga saya mengalami luka lebam di jidat. Akibat terdakwa membenturkan jidatnya ke jidat saya,” tutur Yuliana.

Dirinya pun menjelaskan, kejadian itu disaksikan oleh tukang kebunnya, Rohmat dikarenakan dirinya berteriak minta tolong. “Saat saya berteriak minta tolong, Rohmat keluar dari kamarnya yang berada di dalam garasi lalu dia melihat saya dianiaya oleh terdakwa,” imbuhnya.

Sementara dalam kesaksian Rohmat mengatakan, saat kejadian posisi dirinya hanya berjarak dua meter sehingga melihat jelas kekerasan yang dilakukan terdakwa.

“Pak Ferdinand memukul lengan kanan Ibu Yuliana sebanyak 2-3 kali dengan menggunakan kepalan lengan kanan lalu menjedotkan jidatnya ke jidat Ibu Yuliana sehingga memar dan benjol. Kemudian Pak Ferdinand menampar, mendorong, mencekik Ibu Yuliana,” kata Rohmat.

“Setelah kejadian itu Ibu Yuliana berjalan ke belakang ke dapur. Sedangkan Pak Ferdinand masuk kamar lalu keluar kemudian duduk di teras depan,” sambungnya.

Atas keterangan para saksi, terdakwa ditanya Hakim Ketua Rizky. “Apakah keterangan saksi itu benar semua atau ada yang salah?” Lalu, terdakwa menjawab keterangan saksi-saksi tersebut semuanya tidak benar.

Selanjutnya, hakim Rizky menanyakan penasehat hukum terdakwa dari firma hukum Mr Siregar dan Partner. “Apakah penasehat hukum dan terdakwa akan menghadirkan saksi meringankan?” Atas hal itu penasehat hukum berdiskusi dengan terdakwa yang dijawab oleh Sarifuddin. “Iya Yang Mulia. Kami akan menghadirkan saksi meringankan. Ada satu orang,” ucapnya.

Kemudian hakim Rizky menunda sidang yang akan dibuka kembali pekan depan pada Rabu, 2 September 2020. “Sidang kami tunda pekan depan dalam agenda mendengarkan keterangan saksi meringankan dari terdakwa dan Penasehat Hukumnya,” tukasnya. (ter)

 

Share :