FOKUS :

Darurat Stok Darah, PMI Gelar Gebyar Pekan Kemanusiaan

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menggelar Gebyar Pekan Kemanusiaan Banten Berdonor. (Foto: Ist)     Sugawa.id – Banten memasuki...

BACK_BANNER_DOG

Mini Market di Area Stasiun Depok Baru Dibongkar

Mini Market Depok

Bangunan mini market yang berdiri tanpa izin di area sekitar Stasiun Depok Baru. (Foto: Ist)

 

Sugawa.id – Bangunan mini market yang berdiri tanpa izin di area sekitar Stasiun Depok Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, dibongkar. Pembongkaran itu sendiri dilakukan pemiliknya setelah mendapatkan surat peringatan No 300/090/Trantib2021 pada tanggal 22 Februari 2021 dari bagian Aset Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.  

“Bangunan mini market persis di depan Stasiun Depok Baru dibongkar pemilik dibantu jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan disaksikan pihak kepolisian,” ujar Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdiany didampingi Kepala Terminal Terpadu Depok Reynold John Kater dan Kepala Stasiun Depok Baru Supriyanto, Kamis (4/3/2021). 

Pembongkaran itu sendiri dilakukan pada Kamis dini hari tadi guna menghindari gangguan yang ingin mempergunakan jasa transportasi kereta rel listrik (KRL) Commuterline maupun angkutan umum dari terminal terpadu.

Lienda menuturkan, bahwa pemilik memahami kalau lahan yang digunakan sebagai tempat usaha merupakan lahan Pemkot Depok.  

Sesuai peruntukan lahan di depan Stasiun Depok Baru baik di bagian Timur dan Barat ialah Barang Milik Negara Kementerian Keuangan sebagai dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai pengguna atas persetujuan Kemenkeu telah dipinjamkan kepada Pemkot Depok untuk digunakan sebagai Terminal Sementara. Di bagian barat stasiun sebagian lahan telah dikerjasamakan dalam bentuk sewa oleh Kemenhub kepada PT Andyka sebagai lahan parkir sejak tahun 2014 hingga kini. 

Baik Kepala Terminal Terpadu Reynold John Kater dan Kepala Stasiun Depok Baru Supriyanto berkata, setelah dibongkarnya mini market ini pihaknya akan menata ulang demi kepentingan calon penumpang yang ingin naik KRL atau angkutan umum. “Kami akan pasang barier permanen agar angkutan tidak masuk ke area penumpang KRL,” singkat keduanya. (ter) 


Share :