FOKUS :

Polres Metro Depok Tetapkan Tersangka di Insiden Crane Rubuh 

Polres Metro Depok menetapkan satu orang tersangka dalam peristiwa crane rubuh di proyek PDAM Tirta Asasta Depok. (foto: sugawa.id)  ...

BACK_BANNER_DOG

6.381 Orang Telah Divaksin, Wakil DPRD Ajak Masyarakat Lindungi Diri dan Keluarga

Vaksin DPRD Depok

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN disuntik vaksinasi Covid-19 di tahap dua. (Foto: Ist)

 

Sugawa.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN disuntik vaksinasi Covid-19 di tahap dua. 

Sekretaris DPRD Kota Depok Kania Parwanti mengatakan, vaksinasi anggota DPRD, ASN dan non ASN masih diselenggarakan hingga Rabu, 10 Maret 2021 mendatang. “Masih berjalan hingga Rabu (10/3) besok,” ujar Kania, Senin (8/3/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita mengungkapkan, hingga saat ini sudah 6.381 orang yang sudah divaksin di tahap dua. 

Mulai dari DPRD Depok, Kejaksaan Negeri Kota Depok, Pengadilan Negeri Kota Depok, Kodim 0508 Depok, Polres Metro Depok, tenaga pendidik atau guru, lansia, tokoh agama, ojek online, dan lainnya. 

“Di tahap dua ini yang berkaitan dengan pelayanan publik divaksin,” katanya. 

Untuk tahap dua ini, kata Novarita, Kota Depok hanya menerima 33.400 dosis vaksin Covid-19. Meski jumlah vaksin terbatas, pihaknya tidak akan mendahulukan kalangan satu dibandingkan kalangan yang lain. 

“Ketika nanti dapat lagi (vaksin Covid-19), kami akomodir yang kurang-kurang, yang belum dapat akan kami akomodir,” imbuhnya. 

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari mengungkapkan, memasuki tahun 2021, penyakit corona masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat dunia. Berbagai upaya dilakukan untuk menekan potensi penularan virus corona, mulai dari memakai masker, menjaga jarak, hingga vaksinasi. 

Namun, upaya tersebut belum cukup untuk menghentikan pandemi yang melanda hampir setahun belakangan ini. “Oleh karena itu, dibutuhkan vaksin yang akan bekerja dengan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat melawan virus corona.-19 , dan merupakan cara yang paling tepat untuk memutus mata rantai penularan virus ini,” kata Yeti. 

Sejak dikabarkan vaksin Covid-19 telah tiba di Indonesia, muncul berbagai isu yang membuat masyarakat ragu tentang keamanannya termasuk dirinya. Banyak beredar informasi di dunia maya bahwa vaksin Covid-19 tidaklah aman digunakan atau mengandung bahan yang tidak halal dan lain-lain. Di era digital saat ini, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat dan tanpa batas. “Jadi, kita perlu lebih waspada dan bijak dalam menyaring informasi, termasuk informasi tentang vaksin COVID-19,” sebutnya. 

Yeti menambahkan, vaksin ialah salah satu langkah pencegahan, bukan pengobatan. Oleh sebab itu, walau sudah menerima vaksin Covid-19 tetap harus menerapkan protokol pencegahan Covid-19 seperti mencuci tangan, memakai masker, menerapkan physical distancing dan menghindari keramaian. 

“Ayo kita lindungi diri kita, keluarga dan teman dengan melakukan vaksin Covid 19. Karena banyak manfaat yang bisa diperoleh, di antaranya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) dalam masyarakat, dan meminimalkan dampak ekonomi dan sosial. Jika sebagian besar masyarakat sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik untuk melawan penyakit Covid-19, kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali seperti sediakala,” pungkasnya. (ter) 


Share :