FOKUS :

Darurat Stok Darah, PMI Gelar Gebyar Pekan Kemanusiaan

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menggelar Gebyar Pekan Kemanusiaan Banten Berdonor. (Foto: Ist)     Sugawa.id – Banten memasuki...

BACK_BANNER_DOG

120 Pengendara Terekam Tak Pakai Sefety Belt

ETLE

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok mencatat ada 120 pelanggaran yang terekam dalam tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). (Foto: Ist)

 

Sugawa.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok mencatat ada 120 pelanggaran yang terekam dalam tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Akibat hal tersebut, surat pemberitahuan atau tilang dikirimkan sesuai alamat  Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dari kendaraan yang digunakan. 

Wakil Kepala Satlantas Polres Metro Depok AKP Reza Hafiz Gumilang mengatakan, bahwa kebanyakan pelanggaran terjadi karena tidak menggunakan sabuk pengaman.

“Terhitung hingga pukul 11.00 wib hari ini jumlah terkonfirmasi 120 pelanggar. Mungkin akan bertambah lagi. Sebagian besar didominasi  pelanggaran tidak pakai sabuk pengaman,” kata Reza, Rabu (31/3/2021).

Ia menjelaskan, mulai dari kendaraan pribadi, angkutan umum dan taksi masuk dalam ratusan kendaraan yang melanggar aturan berlalu lintas. “Cuma sampai saat ini masih didominasi plat kuning untuk penggunaan safety belt,” tuturnya. 

Dari 120 pelanggar, sambung dia, lebih dari 50 persen merupakan kendaraan berplat kuning. “Untuk angka pastinya belum bisa diberikan secara fix tapi perkiraan presentasenya sekitar 60an persen berplat kuning. Ada angkot, ada taksi,” beber Reza. 

Dia pun memperkirakan masih banyak lagi jumlah para pelanggar yang terekam ETLE. 

Di Kota Depok hingga saat ini baru satu kamera pengawas ETLE yang terpasang, yakni di JPO Balai Kota Depok. Rencananya, kata Reza, pemasangan akan ditambah di sejumlah titik namun belum dapat didetailkan lokasinya. 

“Bisa lebih dari itu tapi kan kita masih satu titik jadi hanya pelanggaran sekitar JPO Margonda yang terekam. Sedangkan di luar JPO itu sudah pasti lebih banyak dan ini rencana akan ditambah tiga titik lagi,” ujarnya. 

Mengenai waktu pelanggaran sendiri paling banyak terjadi pada pagi dan sore hari atau saat jam berangkat dan pulang kerja. “Siang agak turun tapi sangat banyak capture pelanggaran itu pagi dan sore hari,” pungkasnya. (ter) 


Share :