FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

11.520 Ruang Kelas di Kabupaten Bekasi Rusak, Dari Tingkat SD Hingga SMP

Murid SD Negeri Samudrajaya 04, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi belajar di ruang kelas yang rusak. Kondisi sekolah yang rusak sejak 2014 ini membuat proses belajar mengajar tidak nyaman. (foto: sugawa.id)

 

Sugawa.id – Ribuan ruang kelas tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Bekasi rusak. Kerusakan itu karena penyaluran bantuan renovasi bangunan itu belum dilakukan secara menyeluruh oleh Pemkab Bekasi. Bahkan, sampai saat ini perbaikan gedung tersebut masih terus diselesaikan oleh instansi terkait.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemdidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi, Carwinda. Kata dia, kerusakan ruang kelas pada tingkat SD dan SMP itu cukup banyak terjadi di Kabupaten Bekasi. Adapun kerusakan itu terjadi pada atap, palfon dan dinding ruang kelas. Bahkan, pendataan tersebut di dapati sejak akhir 2018, lalu.

“Cukup banyak ruang kelas yang rusak dan harus diperbaiki. Memang itu karena anggaran perbaikan pada 2019 ini belum menyeluruh terserap untuk memperbaiki kerusakan ruang kelaa itu. Makanya tidak jarang sorotan ini terus terjadi,” katanya saat dikonformasi, Selasa (18/3/2020).

Data Disdik Kabupaten Bekasi tercatat hingga akhir 2018 jumlah ruang kelas rusak di tingkat SD dan SMP hingga akhir 2018 mencapai 11.520 ruang kelas. Adapun rinciannya, untuk tingkat SD jumlah ruang kelas dengan kondisi rusak ringan sebanyak 3.978 kelas, rusak sedang 457 kelas, dan rusak berat sekitar 362 kelas. Sedang untuk tingkat SMP, ruang kelas rusak ringan sebanyak 5.708 kelas, rusak sedang 534 kelas, dan rusak berat sebanyak 481 kelas. Kerusakan ruang kelas itu tersebar di merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Bekasi.

Carwinda menjelaskan, ada sejumlah faktor penyebab ruang kelas jenjang SD dan SMP Negeri rusak. Seperti, bangunan sekolah tersebut berusia 20 tahun, bangunan yang tergerus banjir, serta adanya pergeseran tanah. Akibatnya, ruang kelas tersebut tidak dipergunakan pihak sekolah untuk tempat kegiatan belajar mengajar kepada siswa.

“Mayoritas bagunan sekolahnya dipugar sejak tahun 1980, dan itu pun belum mendapatkan perbaikan. Ya kan perbaikannya harus diusulkan pihak sekolah kepada kami agar dapat diberikan anggaran. Dan ini pun belum selesai semua,” paparnya.

Tak sampai disana, lanjut Carwinda, pada 2019 Disdik Kabupaten Bekasi telah mengalokasikan anggaran Rp299 miliar untuk perbaikan 11.520 ruang kelas yang rusak di tingkat SD dan SMP Negeri di wilayah tersebut. Kata dia, kegiatan perbaikan dan renovasi ruang kelas itu dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Bahkan, kegiatan ini diprioritaskan bagi pembangunan ruang kelas baru.

“Hampir ratusan sekolah membutuhkan perbaikan maupun sarana sekolah baru. Ya kalau memang sudah tidak bisa direnovasi terpaksa dibangun baru ruang kelas baru. Makanya ini yang membuat lambat proses perbaikan ruanh kelas itu. Ya mungkin yang baru terealisasi sebanyak 30 persen dari jumlah ruang kelas yang rusak itu,” ucapnya.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Entah Ismanto mengungkapkan, perbaikan dan pembangunan ruang kelas rusak itu baru 30 persen terlaksana. Anggaran tersebut difokuskan pada penataan infrastruktur pendidikan seperti pembangunan unit sekolah baru (USB), ruang kelas baru (RKB), dan rehabilitasi bangunan sekolah baik tingkat SD maupun SMP. Rinciannya, pembangunan USB di dua lokasi dengan nilai Rp30 miliar, RKB di 39 lokasi dengan nilai Rp86 miliar, dan rehab total di 52 lokasi dengan nilai mencapai Rp127 miliar.

“Perbaikan sarana sekolah ini kita lakukan secara bertahap. Memang belum semua merata karena harus diprioritaskan. Yang kami dahulukan itu yang rusak parah dan harus dibangun total,” ungkapnya.

Kemudian, sambung Ismanto, sisa anggaran tersebut diperuntukan untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Diantaranya, pembelian meubelair dan pembangunan toilet di setiap sekolah agar sekolah semakin layak. Menurutnya, Pemkab Bekasi telah memberikan porsi anggaran besar untuk pendidikan pada anggaran 2019.

“Porsi anggarannya sampai 42 persen, ini lebih besar dari pada porsi untuk pembangunan infrastruktur. Ya kalau belum diperbaiki tahun ini, pada 2020 akan kami lanjutkan lagi. Karena tugas kami ini pun sangat besar jadi harus dapat menyerap anggaran kerja yang telah diberikan,” imbuhnya. (nia)

Share :