• Kamis, 28 September 2023

Punya SDM Mumpuni, 20 Tahun di Bawah PKS, Pembangunan Kota Depok Jalan di Tempat. Ini Kata Guru Besar UI

- Senin, 5 Juni 2023 | 06:22 WIB
Selama 20 tahun PKS berkuasa di Kota Depok, pembangunan jalan di tempat, demikian menurut Guru Besar Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI) Prof Hamdi Muluk.  (Ilustrasi: Sugawa.id/Lucy Indesky)
Selama 20 tahun PKS berkuasa di Kota Depok, pembangunan jalan di tempat, demikian menurut Guru Besar Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI) Prof Hamdi Muluk. (Ilustrasi: Sugawa.id/Lucy Indesky)

SUGAWA.ID – Selama 20 tahun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berkuasa di Depok, pembangunan jalan di tempat. Mulai dari masalah trotoar, lampu jalan, angkot, hingga pengelolaan sampah. Semua belum terurai selama dua dasawarsa di bawah kepemimpinan PKS.

Dibandingkan dengan Tangerang atau Bekasi, pembangunan di Kota Depok dianggap tak banyak perubahan selama 20 tahun terakhir di bawah kekuasaan PKS. Pendapat itu dikemukakan oleh Guru Besar Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI) Prof Hamdi Muluk.

“Nggak banyak (perubahan-red) bahkan di bawah PKS nggak ada sesuatu yang impresif. Bahkan secara kasat mata, ini kayak jalan di tempat Depok itu," kata Hamdi Muluk kepada media, Jumat (2/6/2023).

Baca Juga: Alex Marquez Curhat Soal Perbedaan Tim Ducati dan Tim Honda, Serta Sempat Ingin Lakukan Ini

Menurut Hamdi Muluk, Tangerang sudah lebih impresif, sementara Bekasi sudah maju. Depok justru jalan di tempat, tidak ada terobosan sama sekali.

Padahal, sumber daya manusia unggul cukup banyak di Kota Depok. Perguruan tinggi top seperti Universitas Indonesia, Universitas Gunadarma, menghasilkan lulusan yang lumayan banyak tinggal di Kota Depok. Sayangnya mereka kurang dilibatkan dalam pembangunan kota itu.

Hamdi Muluk memaparkan, “Penjelasannya menurut saya simpel, PKS ekslusif, dia hanya menggerakkan orang-orang yang seide dengan dia, seiman dengan dia, seideologi dengan dia, faktanya begitu.”

Baca Juga: Survei Indikator : Sebagai Cawapres Nama Erick Thohir Jadi Pilihan Utama. Ini Kota-Kota Tempatnya Unggul

Lebih jauh, Hamdi Muluk menyatakan bahwa itulah yang menjadi kesalahan PKS selama 20 tahun berkuasa di Depok. Partai tersebut tidak memanfaatkan orang-orang dengan potensi yang besar di Depok. “Dia hanya mau melibatkan orang-orang yang seideologi dengan dia," ujarnya.

Warga Kota Depok sendiri banyak yang menilai bahwa pembangunan fisik masih berkutat di sekitar Jalan Margonda Raya saja. Margonda, terlalu dipoles terus menerus walau masih sebatas kosmetik belaka. Seperti trotoar yang sudah diperlebar, justru memicu problem baru, masalah parkir.

Di sisi lain, masih banyak kawasan lain di Kota Depok yang gelap di malam hari, atau bahkan tidak memiliki trotoar yang layak bagi pejalan kaki.
Isu angkutan kota (angkot) pun kerap jadi sorotan. Muchlis Ainur Rofik, peneliti dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), sempat mengamati kondisi angkot ini.

Baca Juga: Ganjar Tekankan Parpol dan Relawan Harus Sinergi, Kornas Minta 6 Syarat Ini Harus Dipenuhi

“Kemarin jalan ke stasiun papasan ama dua angkot Depok yang mogok. Satu di depan Depok Maharaja. Satu ini, deket Polsek Pancoran Mas. Angkot Depok ini sungguh sudah busuk. Membahayakan. Jalan sering tanpa lampu. Tanpa sein. Pintu gak tertutup rapat. Plisss dong Pak. Kalian elit PKS terus jualan islamophobia,” tulis Muchlis Ainur Rofik di akun Twitter, Kamis (4/5) lalu.

Diunggahnya dua foto yang memperlihatkan kondisi fisik angkot di Kota Depok yang sudah memprihatinkan. Penuh tambalan dempul, cat terkelupas, yang sangat tak layak dipandang.

Halaman:

Editor: Wahyu Wibisana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa Meninggal Dunia

Rabu, 27 September 2023 | 19:31 WIB

Pelaku KDRT di Cinere Disidangkan, Ini Dakwaan JPU

Rabu, 13 September 2023 | 22:53 WIB
X