Pekerja Masjid Sheikh Zayed Utang di Warung Nasi Rp 145 Juta, Gibran Geram, Harus Lunas Minggu Ini!

- Jumat, 17 Maret 2023 | 19:24 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka  geram dengan pekerja proyek Masjid Raya Sheikh Zayed karena belum bayar utang di warung nasi senilai Rp 145 juta. Ia memita para pekerja untuk segera melunasi utang tersebut dalam minggu ini. (Instagram @Gibranrakabumiing)
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka geram dengan pekerja proyek Masjid Raya Sheikh Zayed karena belum bayar utang di warung nasi senilai Rp 145 juta. Ia memita para pekerja untuk segera melunasi utang tersebut dalam minggu ini. (Instagram @Gibranrakabumiing)

Sugawa.id - Di balik megahnya Masjid Raya Sheikh Zayed di Kota Solo, Jawa Tengah yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed Bin Zayed Al Nahyan pada 14 November 2022 lalu, ternyata menyimpan cerita yang memilukan.

Pasalnya selama dua tahun pembangunannya, ada Warung makan yang diutangi sebesar Rp 145 juta oleh pekerja proyek.

Menurut keterangan dari Dian (38) pemilik Warung makan Restu Bunda, awalnya para mandor proyek menjanjikan uang makan akan dibayar setiap dua minggu sekali.

Baca Juga: Gara-gara Sang Isteri Hobby Flexing Viral, Petinggi KPK Ini Kena Getahnya… Ini Kata Jubir KPK

Namun pada realisasinya pembayaran mundur menjadi satu bulan sekali, karena mandor mengaku pembayaran dari perusahaan konstruksi tidak tepat waktu.

"Perjanjiannya tiap dua minggu (sekali) terbayarkan. Sedangkan dari sisi mandornya perusahaan enggak on time (tidak tepat waktu). Bahkan terkadang 4 minggu sekali baru di bayarkan," terang Dian.

Dian menjelaskan ada tiga mandor yang berutang kepadanya yakni mandor G asal Purwodadi berutang Rp 30 juta, mandor N asal Demak berutang Rp 65 juta dan mandor G berutang Rp 50 juta.

Baca Juga: Tepis Isu Upaya Restorative Justice bagi Tersangka MDS dan Kawan-Kawan, Kejati DKI Jakarta Bilang Begini

"Total utangnya itu ada 3 mandor, satu mandor Rp65 juta, yang kedua Rp50 jutaan sekian ya, lebih sih, Rp50 juta lebih, yang ketiga Rp35 juta tapi udah dicicil tinggal Rp30 jutaan. Itu (proyek) Waskita," kata Dian.

Menanggapi keluhan warganya, wali kota solo gibran rakabuming raka nampak geram dan menyampaikan dirinya siap memediasi antarwarganya dan mandor proyek pembangunan untuk menyelesaikan masalah Utang tersebut.

Menurut Gibran jika Warung diutangi satu juta saja bisa gulung tikar, apalagi kalau sampai ratusan juta.

Baca Juga: Kejari Depok Lelang Barang Rampasan secara Langsung dan Elektronik

"Itu kan warga kita. Warga asli Gilingan. Mesake noh diutangi semono ya (kasihan kan, diutangi segitu). Warung di-boni Rp1 juta wis ambruk, ini Rp100 juta (Warung diutangi Rp1 juta bisa tutup, ini Rp100 juta)," tutur Gibran Rakabuming Raka.

Putra sulung Presiden RI tersebut menegaskan bahwa pihaknya sudah mengkonfirmasi kepada mandor proyek jika pihak Waskita sudah melakukan pembayaran penuh terhadap para pekerja. Sehingga pihak Waskita tidak memiliki kewajiban untuk melunasi Utang tersebut.

"Sudah, mandornya sudah ditelepon. Mandornya yang salah ya, dari Waskita sudah menyelesaikan tugasnya, kewajibannya, ini kesalahan mandornya," tuturnya, Kamis, 16 Maret 2023.

Halaman:

Editor: Kevin Imanuel

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Disdik Depok Keluarkan Aturan KBM Selama Ramadhan

Jumat, 24 Maret 2023 | 23:53 WIB

Masjid Tertua di Depok, Mana Sajakah?

Jumat, 24 Maret 2023 | 17:57 WIB

Kepala BPN Jakarta Timur Dinonaktifkan dari Jabatan

Selasa, 21 Maret 2023 | 19:50 WIB
X