FOKUS :

Mahfud MD Minta Aparat Usut Kasus Syekh Ali Jaber Secara Tuntas

Menko Polhukam Mahfud MD. (foto: terkini)   Sugawa.id – Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat baik aparat keamanan maupun intelijen...

1-min

Tito Karnavian Umumkan Pemenang Lomba Inovasi Normal Baru

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (foto: kateid)

 

Sugawa.id — Provinsi Bali menjadi juara pertama sektor pasar tradisional pada Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru, Produktif dan Aman Covid-19. Sedangkan juara dua dan tiga diraih Sulawesi Selatan dan Lampung.

Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru merupakan kompetisi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendukung normal baru.

Nama-nama pemenang lomba diumumkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Sasana Bhakti Praja Gedung C Kemendagri di Jakarta Pusat, Senin (22/6/2020).

Acara dikemas dengan protokol kesehatan yang ketat, serta dapat disaksikan secara virtual melalui zoom maupun akun Youtube Badan Litbang Kemendagri RI.

Dalam sambutannya, Tito Karnavian mengatakan, berbagai ahli kesehatan baik nasional maupun internasional menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 ini tidak berakhir dengan segera. Oleh karena itu, dunia beradaptasi dengan pandemi ini dengan melakukan inovasi baru dengan tatanan baru atau new norma life.

Hal tersebut mesti dilakukan karena tidak mungkin melakukan pembatasan terus-menerus secara ketat apalagi lockdown. Demikian pula yang terjadi di Indonesia. Upaya adaptasi ini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, dengan istilah tatanan kehidupan baru yang produktif, aman Covid-19.

“Sebagai sesuatu yang baru, tatanan ini memerlukan pengenalan atau pra kondisi agar seluruh masyarakat siap dan mampu beradaptasi. Prakondisi ini dilakukan dengan protokol kesehatan dalam berbagai sektor kesehatan dengan simulasi-simulasi,” kata Mendagri seperti dikutip dari siaran pers Kemendagri.

Ditambahkannya, upaya prakondisi tersebut diinisiasi terutama oleh Pemerintah Pusat melalui kementerian/lembaga, juga oleh pemerintah daerah (pemda) di semua tingkatan. Tujuannya, agar terjadi gerakan nasional kebersamaan menuju tatanan baru tersebut.

Peran pemda menjadi sangat penting, karena 548 pemda, terdiri atas tingkat provinsi, dan tingat kabupaten/kota bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Oleh karena itu, Kemendagri bersama dengan Kemenkeu, Kemenkes, Gugus Tugas Covid-19, KemenPAN-RB, Kemenparekraf, Kemendag, dan BNPP berinisiatif membuat lomba antar daerah untuk membuat protokol kesehatan Covid-19 dengan simulasinya di 7 sektor kehidupan yaitu pasar tradisional, pasar modern, hotel, restoran, tempat wisata, transportasi umum, tempat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP),” papar Tito Karnavian.

Pada perlombaan ini, juara favorit diberikan kepada Kota Batam, Kota Salatiga, dan Kota Bekasi.

Selain piagam penghargaan, para pemenang mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID). Untuk pemenang pertama, setiap kategori dan setiap klaster daerah diberikan DID sebesar Rp 3 miliar, pemenang kedua sebanyak Rp 2 miliar, dan pemenang ketiga Rp 1 miliar.

Total ada 84 pemenang terdiri atas juara 1, 2, dan 3, pada tujuh sektor dan empat klaster dan total anggaran untuk hadiah mencapai Rp 168 miliar.

Kesiapan daerah

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengapresiasi penyelenggaraan Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru, Produktif dan Aman Covid-19. Hal itu disampaikannya secara virtual dalam acara penganugerahan bagi para pemenang, Senin (22/6/2020).

“Saya sangat menghargai inisiatif Kemendagri untuk memperkuat kesiapan daerah memasuki tatanan normal baru, sudah tentu diperlukan inovasi yang menjadi kunci keberhasilan suatu daeah memasuki era produktif dan aman Covid-19,” kata Wapres.

Menurutnya, inovasi dalam memasuki tatanan kenormalan baru sangat penting dilakukan mengingat perubahan akibat pandemi Covid-19 hampir menyentuh semua sektor kehidupan.

“Tatanan kehidupan kita di segala bidang kegiatan akan berubah drastis, seluruh bidang kegiatan ekonomi akan dilaksanakan dengan cara yang sama sekali berbeda dari sebelumnya. Nah, untuk itu dibutuhkan inovasi dan kreativitas agar kegiatan ekonomi produktif tetap jalan, tetapi aman Covid-19,” ujarnya.

Untuk itu, sebagai pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, pemerintah daerah harus memiliki kesiapan yang matang dalam mempersiapkan kenormalan baru tersebut.

“Daerah yang akan memulai aktivitas ekonomi dalam tatanan normal baru harus dipersiapkan dengan baik, wilayahnya harus dipastikan kondusif, selain kegiatan ekonominya harus dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat. Untuk itu, ada rambu-rambu yang dikeluarkan oleh WHO agar tatanan normal baru produktif aman Covid-19 dapat terwujud,” katanya.

Pelaksanaan protokol keshatan yang ketat dalam setiap kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat termasuk kewajiban memakai masker, physical distancing, selalu mencuci tangan, dan perilaku hidup sehat menjadi syarat utamanya. Untuk menerapkannya, dibutuhkan inovasi dan terobosan agar tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 dapat terlaksana.

“Sehubungan dengan itu saya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Kemendagri untuk memberikan penghargaan dan insentif kepada daerah baik tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan bahkan juga daerah tertinggal. Semua inovasi ini merupakan sumbangan bagi daerah dan sektor ekonomi lainnya untuk dapat segera menyiapkan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19,” kata Wapres. (gas)

Adapun pemenang Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru adalah sebagai berikut:

I. Sektor Pasar Tradisional

Klaster Provinsi:
Juara 1 Bali
Juara 2 Sulawesi Selatan
Juara 3 Lampung

Klaster Kota:
Juara 1 Bogor
Juara 2 Semarang
Juara 3 Palembang

Klaster Kabupaten:
Juara 1 Banyumas
Juara 2 Lumajang
Juara 3 Semarang

Klaster Kabupetan Tertinggal
Juara 1 Lembata
Juara 2 Seram Bagian Barat
Juara 3 Pesisir Barat.

II. Sektor Pasar Modern;

Klaster Provinsi
Juara 1 Jawa Timur
Juara 2 Lampung
Juara 3 DI Yogyakarta

Klaster Kota
Juara 1 Bogor
Juara 2 Sukabumi
Juara 3 Semarang

Klaster Kabupaten
Juara 1 Aceh Tamiang
Juara 2 Kebumen
Juara 3 Tulungagung

Klaster Kabupetan Tertinggal
Juara 1 Seram Bagian Barat
Juara 2 Belu
Juara 3 Nias.

III Sektor Hotel

Klaster Provinsi
Juara 1 Jambi
Juara 2 Kalimantan Utara
Juara 3 Sulawesi Selatan

Klaster Kota
Juara 1 Pekanbaru
Juara 2 Surabaya
Juara 3 Semarang

Klaster Kabupaten
Juara 1 Trenggalek
Juara 2 Kebumen
Juara 3 Sintang

Klaster Kabupetan Tertinggal
Juara 1 Sumba Barat Daya
Juara 2 Seram Bagian Barat
Juara 3 Tojo Una-Una.

IV. Sektor Restoran

Klaster Provinsi
Juara 1 Lampung
Juara 2 DI Yogyakarta
Juara 3 Jambi

Klaster Kota
Juara 1 Bogor
Juara 2 Tangerang
Juara 3 Jambi

Klaster Kabupaten
Juara 1 Trenggalek
Juara 2 Tabalong
Juara 3 Lumajang

V. Sektor Tempat Wisata

Klaster Provinsi
Juara 1 Jawa Tengah
Juara 2 Jawa Timur
Juara 3 Sulawesi Selatan

Klaster Kota
Juara 1 Semarang
Juara 2 Bogor
Juara 3 Pare-Pare

Klaster Kabupaten
Juara 1 Sintang
Juara 2 Gunung Kidul
Juara 3 Trenggalek

VI. Sektor Transportasi Umum

Klaster Provinsi
Juara 1 Jawa Tengah
Juara 2 Bali
Juara 3 Kalimantan Tengah

Klaster Kota
Juara 1 Bengkulu
Juara 2 Banda Aceh
Juara 3 Semarang

Klaster Kabupaten
Juara 1 Sintang
Juara 2 Tegal
Juara 3 Tapanuli Utara

VII. Sektor Tempat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)

Klaster Provinsi
Juara 1 Sulawesi Tengah
Juara 2 Kalimantan Utara
Juara 3 Jawa Tengah

Klaster Kota
Juara 1 Bekasi
Juara 2 Bandung
Juara 3 Surabaya

Klaster Kabupaten
Juara 1 Trenggalek
Juara 2 Sinjai
Juara 3 Situbondo

Share :