FOKUS :

RUU PKS “Kalah Seksi” dari Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kalah seksi dengan UU Cipta Kerja. Buktinya meski telah dibahas hampir 6 tahun, RUU ini...

1-min

Satgas Mafia Bola III Siap Berantas Pengaturan Skor Liga Indonesia

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Dok Foto : INews. 

 

Sugawa.id – Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menegaskan Satgas Anti Mafia Bola jilid III akan memberantas setiap upaya pengaturan skor dalam pertandingan Liga Indonesia. Sehingga ke depan persepakbolaan tanah air akan bersih dari suap dan titipan.

“Kami akan tegas terhadap oknum-oknum yang ingin merusak sepak bola Indonesia. Sehingga ke depannya sepak bola tanah air akan bersih dari suap,” kata Gatot kepada wartawan usai memberikan pengarahan kepada Satgas Anti Mafia Bola jilid III di Polda Metro Jaya, Selasa (11/2/2020).

Gatot menjelaskan tugas satgas yang diperpanjang oleh Kapolri Jenderal Idham Aziz beberapa waktu lalu tidaklah berbeda dengan satgas-satgas sebelumnya. Satgas Anti Mafia Bola Jilid III nantinya akan berjalan selama enam bulan mulai 1 Februari hingga 31 Agustus 2020.

“Tugas mereka tidak jauh beda dengan jilid II dan I, yaitu mengawasi dan memonitoring pertandingan liga yang sebentar lagi akan bergulir. Selain berkoordinasi dengan PSSI, Menteri Pemuda dan Olahraga, POM TNI dan manajemen maupun klub-klub masing-masing wilayah. Satgas juga ditugaskan untuk merampungkan kasus-kasus yang belum tuntas,” ujar lulusan Akpol 1988 ini.

Pria kelahiran 28 Juni 1965 ini menyatakan perlu sinergi antara kepolisian dan stakeholder sepak bola agar cabang olah raga yang paling digemari di tanah air ini bisa betul-betul bersih dari praktek-praktek suap.
“Sepak bola adalah olahraga yang sangat digandrungi oleh seluruh masyarakat Indonesia, jadi jika bisa berprestasi baik tingkat ASEAN, Asia dan dunia, maka olahraga ini bisa dipakai untuk merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa, ”ungkapnya.

Sementara Kepala Satgas Anti Mafia Bola Jilid III Brigjend Hendro Pandowo siap melakukan pengawasan dan monitoring terhadap sepakbola nasional seperti Satgas jilid 1 dan 2. Hal ini untuk mencegah terjadinya pengaturan skor (match fixing).

”Kami dukung Pak Menpora untuk mewujudkan sepakbola Indonesia yang bersih, bermartabat dan berdedikasi, terutama dalam pola rekrutmen pemain yang berkopeten. Maka suap dan titipan harus dihindari. Kami juga akan melakukan pengawasan dan monitoring terhadap pelaksanaan Piala Dunia U-20 tahun 2021,” tegas lulusan Akpol 1991 ini. (cok)

Share :