FOKUS :

Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Harus Jalan

Rapat kerjasama rencana UKW dan ToT antara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga UKW UPDM. (Foto: Ist)    ...

BACK_BANNER_DOG

Pribadi Baja Banten, Tak Sekadar Mendidik Atlet Jadi Petarung

Untitled-1

Ilustrasi. (Foto: Ist)

 

 

Sugawa.id – Beberapa anak muda tampak tengah berlatih silat gaya bebas secara serius di sebuah gedung serba guna yang terletak dekat Pasar Modern BSD City, Kota Tangsel.

Beberapa pemuda tampak memperagakan beberapa teknik pukulan dari olahraga “tarung bebas” yang kini tengah ngetrend di tanah air dalam beberapa tahun terakhir, pasca sebuah statsiun televisi swasta menyediakan bagi para pesilat secara profesional.

Beberapa anak muda yang semula berasal dari kelompok anak muda yang kurang beruntung secara ekonomi ini, kini digembleng untuk mempersiapkan audisi Silat Bebas Indonesia (SBI) yang kemudian akan mengikuti ajang-ajang bagi pesilat profesional terbaik dalam pertarungan yang aturannya dibuat lebih longgar daripada silat amatir.

Organisasi yang membawahi para pesilat ini adalah Pribadi Baja Banten khususnya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Dalam beberapa waktu ini kami telah menyaring beberapa pesilat yang tersebar di 38 perguruan silat asal Tangsel dan 54 perguruan silat asal Karawang untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Pribadi Baja Tangsel. Kemudian mereka yang terpilih akan dipersiapkan meraih prestasi di ajang profesional,” ujar Ketua Pribadi Baja Banten, Irwan Taufik, Minggu (14/3/2021).

Dia menyatakan ketika dipercaya sebagai pembina organisasi Pribadi Baja di Banten, dia langsung berusaha mencari tempat yang pas sebagai markas tempat organisasinya. Beruntung kemudian, dia berhasil melobi pengurus sebuah masjid agar dapat memanfaatkan sebuah gedung serbaguna milik mereka.

Perlahan namun pasti, Irwan mulai mengumpulkan dan mengajak beberapa rekannya untuk bergabung dalam wadah bagi para pesilat profesional Pribadi Baja Banten ini.

“Kami kumpulkan para petarung dan wasit-wasit profesional yang siap melatih anak-anak ini menjadi calon-calon petarung profesional. Kami gembleng mereka hingga nantinya akan siap menjadi petarung profesional silat bebas ini,” kata Irwan.
Pemuda kelahiran Tangerang ini mengaku dalam memilih calon-calon pesilatnya, Pribadi Baja Banten tak pernah memandang suku, ras, dan agama.

“Banyak dari mereka yang kami datangkan dari Indonesia Timur. Dan mereka di sini bisa jadi petarung profesional,” katanya.

Dia menyatakan sebenarnya, tujuan dari dirinya dan kawan-kawan di Pribadi Baja adalah ingin menjadikan seni tradiosional silat sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

“Kita lihat orang begitu tergila-gila dengan bela diri dari luar, kami ingin buktikan bahwa pencak silat pun bisa menjadi olahraga dan hiburan jika bisa mengemasnya secara benar,” ujar Irwan.

Menariknya, Pribadi Baja Banten ini tak hanya serta merta mendidik para petarungnya untuk fokus pada pertandingan saja, namun juga mereka harus tetap tumbuh dan berkembang melalui banyak tahapan.

“Pribadi Baja memang organisasi pemegang lisensi silat bebas profesional di Indonesia, namun dalam para pelaku olahraga beladiri ini juga kami ajak untuk aktif di berbagai bidang kemasyarakatan, seperti ikut serta dalam penanganan sosial pandemi, banjir, bencana, hingga keamanan dan lainnya. Selain kerap mengadakan acara pelatihan dan seminar tentang beladiri profesional ini, kami juga mengadakan seminar UMKM kreatif yang bisa bermanfaat bagi lingkungan terutama di masa pandemi ini,” tutupnya. (wib)


Share :